Teknologi PHEV Mendorong Penjualan Jetour yang Meningkat di GIIAS 2026

Jetour, produsen otomotif asal China, berhasil mencatat prestasi impresif dengan membukukan 1.038 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) selama ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten dari tanggal 30 Juli hingga 9 Agustus 2026. Capaian ini tidak terlepas dari berbagai model yang ditawarkan, dengan Jetour T2 i-DM dan Jetour T1 i-DM menjadi kontributor utama penjualan, menyumbang hingga 72% dari total SPK yang tercatat. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi PHEV yang diusung oleh kedua model tersebut telah menarik minat yang signifikan dari konsumen.
Pencapaian Penjualan yang Mengesankan
Jetour mengungkapkan bahwa pencapaian 1.038 SPK selama GIIAS 2026 merupakan hasil yang sangat menggembirakan. Menurut Michael Budihardja, Sales & Network Director PT Jetour Sales Indonesia, kontribusi T2 i-DM dan T1 i-DM terhadap total SPK menandakan tingginya minat konsumen terhadap kendaraan-kendaraan ini. “Angka ini menjadi indikator positif yang mencerminkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang kami tawarkan,” ujarnya.
Model yang Mendominasi Penjualan
T2 i-DM dan T1 i-DM tidak hanya mencatatkan angka penjualan yang tinggi, tetapi juga mendapatkan penghargaan di GIIAS 2026. T2 i-DM berhasil meraih dua penghargaan bergengsi, yaitu sebagai New Launch SUV pilihan media dan Most Driven Hybrid Passenger Car. Sementara itu, T1 i-DM yang dimodifikasi dengan warna ungu mendapatkan penghargaan sebagai Special Exhibit Car. Penghargaan ini menambah nilai lebih pada kehadiran Jetour di industri otomotif Indonesia.
- T2 i-DM: New Launch SUV pilihan media
- T2 i-DM: Most Driven Hybrid Passenger Car
- T1 i-DM: Special Exhibit Car dengan modifikasi warna ungu
- Dukungan terhadap teknologi elektrifikasi
- Respons positif dari pengunjung GIIAS 2026
Memperkenalkan Konsep SUV Adventure Berbasis Teknologi PHEV
Kehadiran Jetour di GIIAS 2026 tidak hanya terfokus pada angka penjualan, melainkan juga memperkenalkan konsep SUV adventure yang menggabungkan desain modern dengan teknologi canggih. Melalui T2 i-DM dan T1 i-DM, Jetour menyuguhkan kendaraan yang tidak hanya cocok untuk aktivitas sehari-hari, tetapi juga untuk perjalanan jauh. Konsep ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan fleksibilitas dalam berkendara.
Interaksi dengan Konsumen dan Respons yang Diterima
Selama pameran GIIAS 2026, Jetour memanfaatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pengunjung. Ini adalah momen penting untuk memperkenalkan teknologi PHEV yang diusung oleh kedua model tersebut. Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, menekankan bahwa respons yang diterima menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya mencari kendaraan yang ramah lingkungan, tetapi juga menginginkan pengalaman berkendara yang menyenangkan dan penuh petualangan.
- Paduan karakter adventure dengan performa tinggi
- Efisiensi bahan bakar yang lebih baik
- Teknologi elektrifikasi yang mutakhir
- Fleksibilitas dalam berbagai jenis perjalanan
- Pengalaman berkendara yang menarik dan bebas
Keunggulan Teknologi PHEV dalam Kendaraan Jetour
Teknologi PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) yang diterapkan pada model T2 i-DM dan T1 i-DM menawarkan berbagai keunggulan. Kendaraan ini dirancang untuk memberikan efisiensi yang lebih baik dibandingkan kendaraan konvensional, sambil tetap mempertahankan performa yang tangguh. Dengan sistem penggerak hibrida, kedua model ini dapat beroperasi menggunakan tenaga listrik maupun bahan bakar fosil, memberikan fleksibilitas kepada pengemudi.
Manfaat Menggunakan Kendaraan Berbasis PHEV
Berikut adalah beberapa manfaat yang ditawarkan oleh teknologi PHEV:
- Penghematan biaya bahan bakar yang signifikan
- Emisi gas buang yang lebih rendah
- Kemudahan dalam pengisian daya listrik
- Peningkatan jangkauan berkendara dengan kombinasi sumber tenaga
- Pengalaman berkendara yang lebih halus dan responsif
Menghadapi Tantangan di Pasar Otomotif Indonesia
Walaupun mencapai sukses di GIIAS 2026, Jetour juga dihadapkan pada berbagai tantangan di pasar otomotif Indonesia. Persaingan yang ketat dengan merek-merek lain yang juga menawarkan teknologi elektrifikasi menjadi salah satu faktor yang harus dihadapi. Namun, dengan strategi pemasaran yang tepat dan inovasi berkelanjutan, Jetour berkomitmen untuk tetap menjadi pemain utama di segmen kendaraan hibrida.
Strategi Pemasaran dan Inovasi Berkelanjutan
Jetour percaya bahwa untuk tetap kompetitif, mereka perlu terus berinovasi dan memahami kebutuhan pasar. Hal ini termasuk mengembangkan fitur-fitur baru yang menarik serta meningkatkan layanan purna jual. Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kendaraan ramah lingkungan, Jetour siap untuk beradaptasi dan menjawab tantangan tersebut.
- Inovasi dalam teknologi dan desain kendaraan
- Fokus pada layanan purna jual yang memuaskan
- Mendengarkan masukan konsumen untuk pengembangan produk
- Penetrasi pasar yang tepat dengan strategi pemasaran yang efektif
- Peningkatan kesadaran akan kendaraan elektrifikasi
Menatap Masa Depan dengan Optimisme
Dengan pencapaian yang diraih di GIIAS 2026 dan pengenalan teknologi PHEV, Jetour menunjukkan komitmennya untuk menjadi salah satu pemimpin dalam industri otomotif Indonesia. Perusahaan optimis bahwa inovasinya akan terus menarik perhatian konsumen dan memenuhi ekspektasi mereka.
Kesempatan untuk Berkembang
Jetour melihat peluang besar di pasar kendaraan elektrifikasi, terutama dalam segmen SUV yang semakin diminati. Dengan teknologi PHEV yang ditawarkan, mereka siap untuk menjawab tantangan dan memenuhi kebutuhan konsumen akan kendaraan yang efisien dan ramah lingkungan. Jetour bertekad untuk terus berinovasi dan menjadi pilihan utama di hati konsumen Indonesia.
Dengan langkah-langkah yang tepat dan fokus pada teknologi yang berkelanjutan, Jetour berencana untuk memperluas jangkauannya dan meningkatkan kehadirannya di pasar otomotif Indonesia. Keberhasilan di GIIAS 2026 hanyalah langkah awal dari perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Gejolak Global Pengaruhi PMI Manufaktur Indonesia, Kemenperin Siapkan Insentif Baru untuk Industri
➡️ Baca Juga: Tingkatkan Kinerja UMKM Anda Melalui Aplikasi yang Tepat dan Relevan




