86 Persen BTS di NTT Terdampak Gempa M7,7 Kini Telah Pulih dan Berfungsi Kembali

Dalam situasi bencana, komunikasi menjadi sangat krusial. Ketika gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), banyak warga yang terputus dari informasi dan kontak dengan keluarga. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan harapan yang menggembirakan: 86 persen dari Base Transceiver Station (BTS) yang terkena dampak telah pulih dan berfungsi kembali. Ini adalah langkah signifikan menuju pemulihan total, dan menunjukkan betapa pentingnya infrastruktur telekomunikasi dalam situasi darurat.
Pemulihan Layanan Telekomunikasi di NTT
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah yang terdampak gempa terus menjadi prioritas. “Kami sangat berduka atas peristiwa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Dalam keadaan seperti ini, peran telekomunikasi sangat penting untuk masyarakat, baik untuk mendapatkan informasi terkini maupun berkomunikasi dengan keluarga terkasih,” ungkap Meutya dalam keterangannya.
Dia menegaskan bahwa pihaknya terus memantau dan mengawal pemulihan layanan telekomunikasi di daerah yang terdampak, agar masyarakat bisa segera kembali terhubung.
Data Terkini Tentang BTS yang Terkena Dampak
Menurut pemantauan Kementerian Komunikasi dan Digital, tercatat sebanyak 794 BTS di 11 kabupaten/kota di NTT yang terdampak oleh gempa. Hingga saat ini, sebanyak 683 BTS atau sekitar 86,02 persen telah pulih dan beroperasi kembali. Sementara itu, 111 BTS lainnya masih dalam proses pemulihan.
- 683 BTS telah pulih dan berfungsi kembali.
- 111 BTS masih dalam tahap pemulihan.
- 794 BTS teridentifikasi terdampak gempa.
- 11 kabupaten/kota yang terkena dampak.
- 86,02 persen BTS telah kembali beroperasi.
Meutya menambahkan, “Sejak gempa terjadi, Kementerian bersama penyelenggara telekomunikasi telah bekerja keras untuk mempercepat pemulihan jaringan. Hingga saat ini, kami terus berupaya hingga seluruh layanan di wilayah terdampak dapat kembali normal.”
Gangguan Terhadap Infrastruktur Telekomunikasi
Salah satu tantangan utama dalam pemulihan adalah gangguan pasokan daya listrik. Dari 794 BTS yang terdampak, sebanyak 701 mengalami masalah ini, sedangkan 93 lainnya mengalami gangguan pada jaringan transmisi. Ini menunjukkan bahwa pemulihan tidak hanya membutuhkan waktu, tetapi juga koordinasi yang baik antara berbagai pihak.
“Setiap lokasi memiliki kondisi yang berbeda, sehingga pemulihan dilakukan sesuai dengan situasi masing-masing. Kami terus berkomunikasi dengan penyelenggara telekomunikasi agar BTS yang masih mengalami gangguan dapat segera beroperasi kembali,” jelas Meutya.
Kolaborasi untuk Mempercepat Pemulihan
Kementerian Komunikasi dan Digital, melalui Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT), terus memantau perkembangan jaringan. Mereka bekerja sama dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, serta semua penyelenggara telekomunikasi untuk memastikan percepatan pemulihan di wilayah yang masih mengalami gangguan.
Fokus utama dari pemantauan ini adalah pada 111 BTS yang masih mengalami masalah, terutama di area dengan persentase BTS terdampak yang tinggi.
Pentingnya Jaringan Komunikasi Pasca Bencana
Kehadiran jaringan komunikasi di tengah situasi krisis bukan sekadar soal koneksi; ini merupakan aspek vital untuk memastikan masyarakat tetap terhubung, mendapatkan informasi yang akurat, dan mengakses layanan darurat. Dalam konteks ini, pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi bagian integral dari upaya penanganan dan pemulihan pascabencana.
Meutya juga mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mengikuti informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pemerintah daerah, serta instansi penanganan bencana lainnya.
Wilayah yang Telah Pulih Sepenuhnya
Di antara sekian banyak wilayah yang terdampak, terdapat tiga kabupaten yang telah sepenuhnya pulih dari gangguan layanan telekomunikasi. Kabupaten-kabupaten tersebut adalah:
- Alor
- Lembata
- Timor Tengah Utara
Keberhasilan pemulihan di area ini menunjukkan bahwa dengan kerja sama yang baik, pemulihan layanan telekomunikasi dapat dicapai meskipun dalam situasi yang sulit.
Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Dengan 86 persen BTS di NTT yang telah pulih, langkah menuju pemulihan total terus berlanjut. Ini bukan hanya tentang meningkatkan infrastruktur, tetapi juga membangun ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana di masa depan. Keberhasilan ini memberikan harapan bahwa, meskipun tantangan besar dihadapi, kolaborasi dan komitmen yang kuat dapat membawa hasil yang positif.
Melalui langkah-langkah yang diambil, diharapkan seluruh layanan telekomunikasi di NTT dapat segera berfungsi normal kembali, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan baik. Pemulihan ini adalah bagian dari semangat untuk membangun kembali, lebih kuat dan lebih siap menghadapi masa depan.
➡️ Baca Juga: Lirik Lagu “Mari Menua Bersama” Sebagai Seruan untuk Menjalani Hidup Bersama Hingga Akhir
➡️ Baca Juga: Laurence n.SSign Minta Maaf setelah Komentar Rasis yang Diduga Terkait Carmen Hearts2Hearts



