Pemkot Jambi Salurkan 1,9 Juta Liter Air Bersih untuk Mengatasi Kemarau Ekstrem

Kota Jambi menghadapi tantangan besar akibat kemarau ekstrem yang berdampak pada ketersediaan air bersih. Sebagai respons terhadap kondisi ini, Pemerintah Kota Jambi telah mengambil langkah nyata dengan mendistribusikan lebih dari 1,9 juta liter air bersih kepada warganya. Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan masyarakat dapat mengatasi kesulitan yang ditimbulkan oleh kekeringan yang melanda daerah tersebut.
Upaya Penanganan Kekeringan oleh Pemkot Jambi
Dalam upaya menangani situasi ini, Pemkot Jambi melakukan serangkaian tindakan, termasuk penyaluran air bersih, pembagian masker, pemantauan kesehatan masyarakat, serta bantuan pangan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Jambi, Saleh Ridha, menjelaskan bahwa berbagai pihak turut berkontribusi dalam pelaksanaan program ini. Tindakan ini merupakan langkah terpadu untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kesulitan.
Penyaluran Air Bersih ke Masyarakat
Pada tanggal 6 Oktober 2026, Pemkot Jambi telah menyalurkan sekitar 12.000 liter air bersih kepada warga di Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan Kota Baru. Penyaluran air bersih ini merupakan bagian dari total distribusi yang telah dilakukan sejak Agustus hingga Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan banyak permintaan dari masyarakat yang membutuhkan air bersih.
- Jumlah total air bersih yang disalurkan: 1.935.404 liter
- Jumlah permintaan penyaluran air bersih: 435
- Kegiatan yang telah selesai dilaksanakan: 336
- Kegiatan yang masih dalam proses: 99
- Wakil Wali Kota yang terlibat: Diza Hazra Aljosha
Kerja Sama untuk Ketersediaan Air Bersih
Pemkot Jambi juga bekerja sama dengan Perumda Air Minum Tirta Mayang dan berbagai pihak lainnya untuk memastikan bahwa kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak dapat terpenuhi. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga membangun sinergi dengan perusahaan dan organisasi lokal.
Penanganan Dampak Kabut Asap
Selain masalah kekeringan, Pemkot Jambi juga berupaya menangani dampak kabut asap. Salah satu langkah yang diambil adalah pembagian masker kepada masyarakat. Hingga Oktober 2026, sebanyak 3.765 kotak masker telah disalurkan dari total 5.070 kotak yang tersedia. Pembagian masker ini bertujuan untuk melindungi kesehatan masyarakat dari potensi gangguan akibat asap yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Pelibatan Berbagai Pihak dalam Penanganan
Pemkot Jambi melakukan penyaluran masker sebanyak 72 kali dengan melibatkan perangkat daerah, Forkopimda, serta organisasi kemasyarakatan. Bantuan ini juga berasal dari BNPB dan beberapa pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dengan melibatkan banyak pihak, diharapkan penanganan dampak kemarau dan kabut asap dapat berjalan lebih efektif.
Imbauan untuk Masyarakat
Dalam situasi ini, Saleh Ridha mengimbau masyarakat untuk menjunjung tinggi kesadaran akan pentingnya penghematan air. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menggunakan masker saat diperlukan dan segera mencari layanan kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi dampak dari kemarau ekstrem serta kabut asap yang melanda Kota Jambi.
Kesimpulan
Pemkot Jambi menunjukkan komitmennya dalam menyediakan air bersih bagi masyarakat di tengah tantangan kekeringan yang parah. Dengan melibatkan berbagai pihak dan melaksanakan program bantuan yang komprehensif, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi. Upaya ini diharapkan tidak hanya mendukung kesehatan masyarakat saat ini, tetapi juga membangun ketahanan di masa depan.
➡️ Baca Juga: Tasya dan Tasyi di ‘Perang Dingin’ Lebaran, Netizen Tanggapi Masalah Pendidikan Mereka
➡️ Baca Juga: OJK Memfasilitasi Demutualisasi Bursa Efek agar Kepemilikan Lebih Terbuka untuk Publik




