Mertens Kalahkan Swiatek di China Open dan Melaju ke Semifinal Turnamen

Dalam dunia tenis, kejutan selalu bisa terjadi, dan salah satu momen mengejutkan itu hadir di China Open 2026. Elise Mertens, petenis asal Belgia, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan mengalahkan Iga Swiatek, unggulan kedelapan dari Polandia. Pertandingan yang berlangsung di Beijing ini berakhir dengan skor 7-6 (7-0), 6-3, dan membawa Mertens melaju ke semifinal. Kemenangan ini bukan hanya sekadar angka, tetapi juga merupakan langkah strategis yang menunjukkan kemampuannya di lapangan tenis internasional.
Dominasi Mertens di Lapangan
Elise Mertens menunjukkan performa yang sangat mengesankan selama pertandingan tersebut. Selama satu jam 50 menit, ia berhasil mendominasi permainan melawan Swiatek, yang merupakan salah satu petenis terbaik di dunia. Kemenangan ini menjadikan Mertens sebagai petenis pertama yang berhasil mengalahkan Swiatek dalam tiga pertemuan di tur WTA.
Kemenangan tersebut juga menandai pencapaian penting bagi Mertens, karena ia berhasil mencapai semifinal tunggal WTA 1000 untuk pertama kalinya sejak tahun 2021, serta yang ketiga sepanjang kariernya. Dengan pencapaian ini, Mertens membuktikan bahwa ia siap bersaing di level tertinggi.
Pernyataan Mertens Setelah Kemenangan
Setelah pertandingan, Mertens berbagi pandangannya mengenai ritme permainan yang seringkali diperlukan dalam sebuah turnamen. “Kadang-kadang Anda mulai menemukan ritme permainan seiring berjalannya turnamen. Tidak ada pertandingan yang mudah,” ungkapnya kepada wartawan, mencerminkan sikap rendah hati dan kesadaran akan tantangan yang dihadapi setiap pemain.
Strategi Permainan yang Efektif
Dalam pertandingan melawan Swiatek, Mertens memamerkan strategi yang sangat efektif. Ia berhasil memenangkan 87 persen poin dari servis pertamanya, mencatatkan 33 dari 38 poin yang ia mainkan. Selain itu, Mertens juga menunjukkan ketepatan dalam serangan dengan mencetak 24 pukulan pemenang dan hanya melakukan 11 kesalahan sendiri. Yang lebih mengesankan lagi, ia tidak memberikan satu pun peluang break point kepada Swiatek sepanjang pertandingan.
Set Pertama yang Ketat
Set pertama berlangsung sengit, dengan kedua petenis saling mempertahankan servis mereka hingga memasuki tie-break. Di momen krusial ini, Mertens menunjukkan ketenangan dan konsentrasi yang luar biasa, meraih seluruh tujuh poin yang diperebutkan untuk mengamankan set pertama dengan skor 7-6 (7-0).
Pengendalian Permainan di Set Kedua
Keunggulan di set pertama memberikan dorongan mental yang signifikan bagi Mertens saat memasuki set kedua. Ia langsung mematahkan servis Swiatek dan memimpin 3-1, kemudian memperbesar jarak menjadi 4-1 setelah mempertahankan servis tanpa kehilangan poin. Kepercayaan diri Mertens semakin meningkat, dan ia berhasil mengendalikan jalannya pertandingan.
Moment Menentukan di Gim Terakhir
Di gim terakhir, Swiatek berusaha bangkit dengan unggul 0-30. Namun, Mertens menunjukkan ketegasan dengan merebut empat poin berturut-turut dan menutup pertandingan dengan skor 6-3, sekaligus memastikan tiket semifinal. Kemenangan ini bukan hanya tentang angka, tetapi juga tentang mentalitas dan ketahanan dalam menghadapi tekanan.
Rekor Kemenangan di Beijing
Kemenangan atas Swiatek menambah daftar prestasi Mertens di China Open. Sebelumnya, ia juga berhasil menyingkirkan dua juara Grand Slam lainnya, yaitu Jelena Ostapenko dan Coco Gauff. Dengan hasil ini, Mertens mencatatkan sejarah sebagai petenis pertama yang mengalahkan tiga juara Grand Slam dalam satu turnamen.
Selain itu, ia menjadi atlet pertama yang mengalahkan lebih dari satu mantan juara China Open dalam satu edisi turnamen sejak Aryna Sabalenka melakukannya pada tahun 2018. Prestasi ini menunjukkan betapa Mertens telah mencapai tingkat permainan yang sangat tinggi.
Menatap Semifinal Melawan Zheng Qinwen
Di semifinal, Mertens akan berhadapan dengan Zheng Qinwen, petenis tuan rumah yang sebelumnya berhasil mengalahkan unggulan keenam, Elina Svitolina, dengan skor 6-3, 7-6 (8-6). Pertandingan ini diharapkan menjadi duel yang menarik, mengingat Zheng juga merupakan pemain yang sedang naik daun.
Rekor Pertemuan Sebelumnya
Mertens dan Zheng sebelumnya sudah pernah bertemu sekali, yaitu di Charleston musim lalu, di mana Zheng keluar sebagai pemenang setelah melalui pertandingan yang berlangsung selama tiga set. Hal ini menambah ketegangan dan antisipasi menjelang pertemuan keduanya di semifinal ini.
Penghormatan Terhadap Lawan
Setelah mengetahui lawan yang akan dihadapi, Mertens tidak ragu untuk memberikan pujian kepada Zheng. “Dia adalah pemain yang luar biasa dan pernah berada di 10 besar dunia. Meskipun mengalami cedera, level permainannya tetap terjaga. Ini akan menjadi pertandingan yang bagus,” ungkap Mertens, menunjukkan sikap respek yang tinggi terhadap kompetitornya.
Prestasi Ganda Bersama Diana Shnaider
Selain sukses di nomor tunggal, Mertens juga menunjukkan performa yang solid di nomor ganda. Bersama pasangannya, Diana Shnaider, mereka berhasil mencapai semifinal ganda dan dijadwalkan untuk menghadapi unggulan kedua, Gabriela Dabrowski dan Luisa Stefani pada hari Sabtu. Ini adalah bukti bahwa Mertens tidak hanya berfokus pada satu disiplin, tetapi berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan.
Dengan perjalanan yang mengesankan di China Open, Mertens tidak hanya menciptakan momen bersejarah bagi dirinya sendiri, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai salah satu petenis teratas di dunia. Keberhasilannya mengalahkan Swiatek dan dua juara Grand Slam lainnya menunjukkan bahwa ia adalah kekuatan yang harus diperhitungkan dalam dunia tenis. Kini, semua mata akan tertuju pada semifinal mendatang, di mana Mertens berusaha untuk melangkah lebih jauh dan meraih gelar juara yang telah lama diidamkan.
➡️ Baca Juga: Ratusan Eks Karyawan Situbondo Tunggak Hak, Perusahaan Janji Laksanakan Pembayaran Bertahap
➡️ Baca Juga: Bappeda Pilih Bus Sekolah Khusus Difabel untuk Nominasi Penghargaan Nasional




