Tingkatkan Literasi Pajak Generasi Muda Melalui Lomba Cerdas Cermat Nasional IKPI

Jakarta – Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) menggencarkan inisiatif edukasi perpajakan di kalangan generasi muda. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah melalui penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Nasional dan program Call for Paper, yang berlangsung bertepatan dengan perayaan HUT ke-61 IKPI.
Pentingnya Literasi Pajak Sejak Dini
Ketua Umum IKPI, Vaudy Starworld, menekankan pentingnya pemahaman tentang pajak yang harus diperkenalkan sedari bangku sekolah. Ia berpendapat bahwa pelajar dan mahasiswa adalah generasi yang akan menjadi wajib pajak di masa mendatang, sekaligus calon pemimpin bangsa.
“Kami percaya bahwa mereka adalah calon wajib pajak dan calon pemimpin di masa depan. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita memberikan mereka kesempatan untuk memahami perpajakan sejak dini,” ungkap Vaudy usai menyaksikan Grand Final LCC di Kantor Pusat IKPI, Pejaten, Jakarta Selatan, pada Senin (24/8).
Mengenalkan Profesi Konsultan Pajak
Selain bertujuan untuk meningkatkan literasi pajak generasi muda, IKPI juga berupaya memperkenalkan profesi konsultan pajak. Vaudy menjelaskan bahwa profesi ini memiliki peran penting dalam sistem perpajakan dan juga membuka peluang karir yang menjanjikan.
“Konsultan pajak lebih dari sekadar pekerjaan. Kami melihat profesi ini sebagai peluang untuk menciptakan lapangan kerja, sehingga penting bagi lebih banyak generasi muda untuk tertarik mempelajarinya,” tambahnya.
Kompetisi yang Lebih dari Sekadar Hafalan
Vaudy menegaskan bahwa LCC Nasional tidak hanya berfokus pada pengujian hafalan peraturan pajak. Kompetisi ini juga dirancang untuk menilai kemampuan analitis, penyelesaian studi kasus, serta kerja sama tim di antara para peserta.
IKPI berharap bahwa LCC dan Call for Paper dapat menjadi agenda tetap setiap tahun. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk membangun ekosistem literasi perpajakan yang menghubungkan organisasi profesi dengan lembaga pendidikan, baik sekolah maupun perguruan tinggi.
“Kami ingin menciptakan ruang belajar dan kompetisi agar semakin banyak generasi muda yang mengenal perpajakan, berpikir kritis terhadap regulasi yang ada, dan siap untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” tegas Vaudy.
Menghadirkan Ruang Edukasi yang Berkelanjutan
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 IKPI tahun ini dikemas dengan cara yang berbeda. Alih-alih hanya menjadi sebuah seremoni organisasi, rangkaian kegiatan kali ini dirancang sebagai panggung nasional untuk menciptakan generasi yang melek pajak melalui kompetisi, forum ilmiah, serta kolaborasi lintas dunia pendidikan.
Ketua Panitia HUT ke-61 IKPI, Novalina Madalena, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa organisasi profesi dapat menciptakan ruang edukasi yang menjangkau generasi muda dari seluruh penjuru Indonesia.
“Kami berharap HUT ke-61 IKPI tidak sekadar menjadi perayaan organisasi. Kegiatan ini kami rancang sebagai ruang belajar, kompetisi, dan pertemuan antara pelajar, mahasiswa, akademisi, serta praktisi untuk meningkatkan literasi perpajakan,” jelas Novalina.
Partisipasi Peserta yang Menggembirakan
Komitmen IKPI terhadap peningkatan literasi pajak tercermin dari tingginya partisipasi dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Perguruan Tinggi, yang diikuti oleh 505 tim dari sekitar 117 perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, terpilih lima finalis terbaik untuk berkompetisi di babak Grand Final.
Dari sisi sekolah, LCC Nasional untuk tingkat SMA/SMK melibatkan 190 tim dari 107 sekolah, yang menghasilkan tiga finalis terbaik yang berhasil melaju ke babak puncak. Mereka adalah SMKN 1 Surabaya (Jawa Timur), SMAN 23 Kabupaten Tangerang (Banten), dan SMK Kristen Immanuel Pontianak (Kalimantan Barat).
Menghadirkan Kesadaran Pajak Melalui Kompetisi
Melalui Lomba Cerdas Cermat, IKPI tidak hanya memberikan penghargaan kepada pemenang, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya literasi pajak di kalangan generasi muda. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat memahami pentingnya kontribusi pajak bagi pembangunan negara.
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk berinteraksi dan belajar dari satu sama lain, serta mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang dunia perpajakan dan profesi konsultan pajak.
Menyiapkan Generasi Muda yang Siap Berkontribusi
IKPI berkomitmen untuk terus menghadirkan inisiatif edukasi yang dapat mendorong generasi muda untuk lebih memahami dan terlibat dalam isu-isu perpajakan. Dengan memberikan ruang bagi mereka untuk belajar dan berkompetisi, diharapkan akan lahir generasi yang tidak hanya melek pajak, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembangunan ekonomi.
“Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi organisasi lain untuk ikut serta dalam membangun literasi pajak di kalangan generasi muda. Dengan pengetahuan yang cukup, mereka akan lebih siap untuk menghadapi tantangan di masa depan,” pungkas Vaudy.
➡️ Baca Juga: Menghasilkan Uang Secara Online Melalui Pengelolaan Channel YouTube Tanpa Menampilkan Wajah
➡️ Baca Juga: Manajemen Waktu Istirahat yang Tepat untuk Menjaga Kesehatan Tubuh Anda


