Tim Satgas Bencana ITS Evaluasi Kekuatan Infrastruktur NTT Usai Gempa M7,7

Gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini telah menimbulkan dampak yang signifikan terhadap infrastruktur di wilayah tersebut. Dalam rangka merespons situasi darurat ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) segera mengirimkan tim relawan Satuan Tugas (Satgas) Bencana untuk melakukan evaluasi dan peninjauan langsung terhadap objek vital yang terdampak. Tim ini mulai bertugas pada Senin, 17 Agustus, dan berfokus pada penilaian kekuatan infrastruktur NTT yang sangat krusial dalam mendukung pemulihan pasca-bencana.
Dampak Gempa dan Penilaian Awal
Ketua Tim Satgas Bencana ITS, Mudji Irmawan, melaporkan bahwa hasil tinjauan awal di Maumere menunjukkan bahwa dampak gempa ini cukup parah. Banyak objek vital yang mengalami kerusakan, terutama di area gedung terminal penumpang di pelabuhan yang mengalami kerusakan struktural akibat guncangan yang hebat.
Meskipun demikian, Mudji memberikan kabar baik bahwa fasilitas dermaga di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, masih dalam kondisi yang relatif baik dan kokoh. Pelabuhan ini berperan penting sebagai jalur untuk menerima berbagai bantuan kemanusiaan, dan hingga saat ini, dermaga tersebut masih mampu disandari oleh kapal-kapal besar. “Stabilitas dermaga ini sangat penting, karena saat ini pelabuhan berfungsi sebagai pintu utama untuk pengiriman logistik bantuan sembako,” jelas Mudji, yang juga merupakan ahli dalam forensik teknik dan investigasi kerusakan struktur bangunan.
Kondisi Infrastruktur Jalan dan Jembatan
Dalam upaya memastikan kelancaran distribusi bantuan, tim Satgas Bencana ITS juga memantau infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi akses vital. Mudji menjelaskan bahwa timnya menghadapi beberapa tantangan dalam menjangkau wilayah Nagekeo, yang dilaporkan mengalami kerusakan terparah akibat gempa.
Hingga pagi ini, Kamis, 20 Agustus, masih terjadi gempa susulan, namun tim dari PT ITS Tekno Sains memastikan bahwa tidak ada kerusakan tambahan yang terdeteksi pada struktur bangunan di Maumere. Situasi ini membuat tim ITS tetap waspada dan fokus pada upaya pemulihan infrastruktur yang sangat mendesak. “Kami berusaha untuk memastikan distribusi bantuan dapat berjalan lancar ke daerah-daerah yang lebih terisolasi dan terdampak,” tambahnya.
Fokus Pemulihan Infrastruktur
Saat ini, fokus utama tim adalah memastikan dermaga tetap berfungsi dengan baik untuk melayani kapal-kapal yang mengangkut bantuan logistik. Selain itu, tim Satgas juga melakukan rapat koordinasi untuk mempersiapkan data teknis mengenai kondisi infrastruktur pelabuhan, yang merupakan pintu masuk utama logistik.
Tim yang terdiri dari dosen Departemen Teknik Sipil, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), serta Teknik Sipil Infrastruktur ITS telah menyusun strategi perbaikan bagi wilayah yang terdampak. Mudji menyebutkan bahwa mereka melakukan pendekatan bertahap, mulai dari perencanaan perbaikan jangka pendek hingga jangka panjang. “Akselerasi pemulihan fasilitas umum sangat penting, karena diharapkan dapat membantu memulihkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Kerja Sama Strategis dengan Pelindo
Kerja sama strategis dengan PT Pelindo juga terus diperkuat untuk melakukan asesmen yang lebih mendalam terhadap fasilitas pelabuhan. Mudji menekankan pentingnya sinergi ini untuk memastikan operasional pelabuhan tetap optimal selama situasi darurat bencana.
Tim ITS yang dipimpin oleh Mudji berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya dan PU Bina Marga Provinsi NTT. Kerja sama ini bertujuan agar setiap langkah pemulihan dapat dilakukan secara terukur dan efektif bagi masyarakat yang terdampak.
Rencana Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Tim Satgas Bencana ITS diperkirakan akan berada di lokasi bencana selama satu minggu ke depan untuk menyelesaikan pengecekan kondisi dermaga. Dalam periode ini, mereka juga melakukan aksi penggalangan dana dan penyaluran bantuan langsung kepada masyarakat yang terkena dampak.
Dalam rangka memastikan tidak ada kerusakan pada pondasi dermaga, Mudji telah mengerahkan tim untuk melakukan inspeksi bawah air. Ia menegaskan bahwa seluruh upaya ini didedikasikan untuk membantu masyarakat agar dapat segera kembali beraktivitas dan menjalani kehidupan normal seperti sebelumnya.
Komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)
Usaha yang dilakukan tim Satgas Bencana ITS juga sejalan dengan cita-cita institut untuk berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama pada poin ke-8, yang menekankan pentingnya pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi saat kondisi pulih. Selain itu, juga pada poin ke-11 mengenai kota-kota dan permukiman yang berkelanjutan, serta poin ke-15 tentang ekosistem daratan yang berdaya.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kekuatan infrastruktur NTT dapat pulih dan berfungsi kembali dengan baik, sehingga masyarakat dapat segera kembali menjalani aktivitas sehari-hari mereka tanpa terganggu. Tim Satgas Bencana ITS berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan bantuan hingga situasi kembali normal.
➡️ Baca Juga: Spesifikasi PC The Blood of Dawnwalker yang Wajib Diketahui untuk Pengalaman Optimal
➡️ Baca Juga: Mengelola Pikiran Negatif untuk Menjaga Kesehatan Mental yang Seimbang dan Terkendali



