10 Negara Peringkat Teratas Skor PISA 2025: Singapura dan China Memimpin Dunia

Hasil dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 yang dirilis oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 8 September 2026, menjadi sorotan publik. Penilaian ini melibatkan 91 negara dan ekonomi serta bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa berusia 15 tahun dalam menghadapi tantangan di masa depan. PISA tidak hanya menilai kemampuan akademik dasar, tetapi juga kesiapan siswa dalam menyelesaikan masalah kompleks. Oleh karena itu, hasil PISA sering dijadikan acuan untuk menilai kualitas sistem pendidikan suatu negara. Sebelum kita membahas negara-negara dengan skor terbaik, mari kita kenali lebih jauh tentang apa itu PISA.
Apa Itu PISA?
PISA adalah asesmen internasional yang diselenggarakan oleh OECD setiap tiga tahun. Penilaian ini mengukur kemampuan peserta didik berusia 15 tahun dalam tiga bidang utama, yaitu membaca, matematika, dan sains. Pada edisi PISA 2025, fokus utama terletak pada literasi sains, meskipun kemampuan di bidang matematika dan membaca tetap dinilai sebagai bidang pendukung. Menariknya, edisi kali ini juga menghadirkan kategori baru yang dikenal sebagai Learning in the Digital World (LDW). Penilaian ini mengevaluasi keterampilan komputasional siswa, termasuk kemampuan untuk memecahkan masalah kompleks, merancang algoritma, serta menggunakan pemodelan dan pemrograman untuk menyelesaikan tantangan nyata.
PISA 2025 diikuti oleh lebih dari 760 ribu siswa yang mewakili sekitar 33 juta pelajar berusia 15 tahun di seluruh dunia. Jumlah ini meningkat dari 81 negara pada PISA 2022 menjadi 91 negara dan ekonomi pada PISA 2025. Setelah memahami konsep dasar PISA, kini saatnya kita mengidentifikasi negara-negara dengan performa terbaik dalam penilaian ini.
10 Negara dengan Skor PISA Terbaik 2025
Dalam hasil PISA 2025, Singapura dan China menempati posisi teratas sebagai negara dengan performa terbaik. China unggul dalam bidang matematika dan sains, sementara Singapura meraih posisi tertinggi dalam kemampuan membaca. Berikut adalah rincian 10 negara dengan skor terbaik di masing-masing bidang:
Kemampuan Membaca
- Singapura: 535
- China: 527
- Taiwan: 508
- Jepang: 503
- Makau: 501
- Korea Selatan: 501
- Irlandia: 500
- Estonia: 499
- Selandia Baru: 497
- Inggris: 494
Kemampuan Matematika
- China: 612
- Singapura: 563
- Makau: 549
- Taiwan: 546
- Jepang: 525
- Korea Selatan: 522
- Hong Kong: 522
- Estonia: 508
- Swiss: 499
- Inggris: 488
Kemampuan Sains
- China: 597
- Singapura: 560
- Makau: 541
- Taiwan: 540
- Jepang: 538
- Estonia: 527
- Korea Selatan: 526
- Inggris: 511
- Kanada: 510
- Selandia Baru: 509
Kemampuan Komputasi
- Makau: 572
- Singapura: 563
- China: 560
- Jepang: 557
- Taiwan: 551
- Hong Kong: 545
- Estonia: 541
- Korea Selatan: 538
- Australia: 532
- Selandia Baru: 531
Daftar di atas menunjukkan dominasi negara-negara di Asia Timur dan Asia Tenggara dalam performa pendidikan global, terutama dalam bidang matematika dan sains. Namun, bagaimana dengan posisi Indonesia di PISA 2025?
Posisi Indonesia di PISA 2025
Performa Indonesia pada PISA 2025 menunjukkan tren yang beragam. Meskipun ada peningkatan skor di beberapa bidang, tantangan tetap ada untuk perbaikan lebih lanjut. Skor kemampuan membaca dan sains Indonesia mengalami kenaikan, tetapi skor matematika justru menunjukkan penurunan dibandingkan dengan PISA 2022. Berikut adalah rinciannya:
Rincian Skor Indonesia
- Membaca: naik dari 359 (2022) menjadi 365 (2025), peringkat turun dari 71 menjadi 74
- Sains: naik dari 383 (2022) menjadi 389 (2025), peringkat turun dari 67 menjadi 78
- Matematika: turun dari 366 (2022) menjadi 364 (2025), peringkat turun dari 70 menjadi 78
Walaupun terlihat ada penurunan dalam peringkat, hal ini dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah negara peserta dari 81 menjadi 91. Toni Toharudin, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, menyatakan bahwa capaian ini menunjukkan performa pendidikan Indonesia yang relatif stabil. “Capaian ini adalah bukti perluasan akses pendidikan yang signifikan di seluruh pelosok Indonesia, terutama sejak Indonesia beralih dari moda paper-based test (PBT) ke computer-based test (CBT) mulai PISA 2018,” ungkapnya.
Selain itu, ada peningkatan yang signifikan dalam Coverage Index, yaitu proporsi siswa berusia 15 tahun yang berada dalam sistem pendidikan formal, yang meningkat dari 0,46 pada PISA 2003 menjadi 0,90 pada PISA 2025. Andreas Schleicher, Direktur Pendidikan dan Keterampilan OECD, mengapresiasi capaian ini. Ia menekankan bahwa Indonesia berhasil memperluas akses pendidikan tanpa mengorbankan kualitas. Dengan demikian, hasil PISA 2025 tidak hanya mencerminkan persaingan antarnegara, tetapi juga menggambarkan perkembangan sistem pendidikan, termasuk upaya Indonesia dalam meningkatkan kualitas dan akses pendidikan.
➡️ Baca Juga: Aldila Sutjiadi Membeberkan Strategi Kemenangan Melawan Pasangan Unggulan di Madrid Open
➡️ Baca Juga: September Ideal untuk Mengamati Bintang: Menyaksikan Harvest Moon dan 5 Planet Sejajar




