Selat Hormuz Memanas! Militer AS Hancurkan 16 Kapal Penebar Ranjau Milik Iran
— Paragraf 1 —
JAKARTA – Militer Amerika Serikat melaporkan telah menghancurkan 16 kapal penebar ranjau milik Iran di dekat Selat Hormuz pada Selasa. Operasi tersebut diumumkan oleh United States Central Command di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Teluk.
— Paragraf 2 —
Serangan tersebut dilakukan setelah muncul laporan bahwa Iran mulai memasang ranjau di jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan energi dunia. Selat Hormuz diketahui menjadi jalur penting bagi pengiriman minyak dan gas alam cair global.
— Paragraf 3 —
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan pasukan negaranya telah menghancurkan sepenuhnya 10 kapal penebar ranjau yang tidak aktif. Ia kemudian menegaskan operasi militer terus dilakukan untuk mencegah ancaman terhadap jalur pelayaran tersebut.
— Paragraf 4 —
“Jika Iran telah memasang ranjau di Selat Hormuz dan kami tidak memiliki laporan tentang hal itu, kami ingin ranjau tersebut disingkirkan, segera,” kata Donald Trump.
— Paragraf 5 —
Trump juga memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi militer jika tidak segera menghapus ranjau di kawasan tersebut. Ia tidak menjelaskan secara rinci bentuk tindakan militer yang akan diambil oleh Amerika Serikat.
— Paragraf 6 —
Dalam pernyataannya di media sosial Truth Social, Trump menegaskan Amerika Serikat siap menggunakan teknologi militer yang sama seperti yang digunakan dalam operasi melawan penyelundup narkoba. Teknologi tersebut disebut dapat digunakan untuk menghancurkan kapal yang mencoba menanam ranjau di jalur pelayaran.
— Paragraf 7 —
“Kami akan secara permanen melenyapkan setiap kapal atau perahu yang mencoba memasang ranjau di Selat Hormuz,” ujar Donald Trump.
— Paragraf 8 —
Sebelumnya, Pentagon juga menyatakan bahwa militer Amerika Serikat menargetkan kapal penebar ranjau dan fasilitas penyimpanan ranjau milik Iran. Serangan tersebut menjadi bagian dari eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
— Paragraf 9 —
Perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran disebut telah mengganggu aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Jalur tersebut berada di sepanjang pantai Iran dan selama ini menjadi rute penting bagi distribusi energi global.
— Paragraf 10 —
Diperkirakan sekitar seperlima pasokan minyak dunia dan gas alam cair melewati Selat Hormuz setiap hari. Gangguan di kawasan tersebut berpotensi memicu dampak besar terhadap pasar energi internasional.
— Paragraf 11 —
Sementara itu, pejabat militer Amerika Serikat mengatakan pihaknya mulai mempertimbangkan kemungkinan pengawalan kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz. Langkah tersebut dipertimbangkan jika situasi keamanan di kawasan semakin memburuk.
— Paragraf 12 —
“Kami sedang mempertimbangkan berbagai opsi di sana,” kata Dan Caine kepada wartawan di Pentagon.
— Paragraf 13 —
Meski demikian, sejumlah sumber menyebut US Navy sejauh ini menolak permintaan industri pelayaran untuk menyediakan pengawalan militer secara rutin. Permintaan tersebut disebut datang hampir setiap hari dari perusahaan pelayaran internasional.
— Paragraf 14 —
Sementara itu, Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright sempat mengklaim bahwa Angkatan Laut AS berhasil mengawal sebuah kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz. Namun unggahan tersebut kemudian dihapus setelah diketahui informasi yang disampaikan tidak akurat.
➡️ Baca Juga: Xiaomi Indonesia Perkenalkan Mijia Refrigerator Side-by-Side 635L
➡️ Baca Juga: Jhonlin Group Distribusikan 2.000 Paket Sembako Untuk Masyarakat di Ramadan 2026
