Gempa M7,7 Guncang Flores, Polda NTT Siapkan Command Center dan Kerahkan Personel Siaga

Gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada hari Sabtu, 15 Agustus, sekitar pukul 05.58 WITA, mengakibatkan lima orang kehilangan nyawa dan membuat sejumlah daerah terisolasi. Mencermati situasi ini, Pemerintah Provinsi NTT, bersama Polda NTT dan Forkopimda, segera mengerahkan personel serta alat berat untuk mempercepat proses evakuasi, membuka akses yang terhambat, dan memastikan bantuan sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.
Jumlah Korban dan Kerusakan yang Diterima
Berdasarkan data awal, korban jiwa yang tercatat terdiri dari dua orang di Kabupaten Sikka dan tiga orang di Kabupaten Manggarai. Sebagian besar dari mereka dilaporkan tertimpa reruntuhan bangunan, dan angka tersebut masih dalam proses verifikasi mengingat pendataan di lapangan masih berlangsung.
Kepemimpinan dalam Penanganan Bencana
Untuk mempercepat penanganan pasca-gempa, Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, menyiapkan pesawat khusus guna membawa Gubernur NTT, Melkianus Laka Lena, beserta unsur Forkopimda menuju lokasi bencana. Langkah ini diambil agar laporan mengenai korban dan kerusakan dapat diverifikasi langsung, bukan hanya mengandalkan data yang ada.
“Prioritas utama kami adalah memastikan kondisi masyarakat. Kami perlu mengetahui jumlah korban jiwa, korban luka, kerusakan bangunan, serta akses yang terdampak. Oleh karena itu, saya dan Pak Kapolda serta Forkopimda akan langsung terjun ke Flores untuk memastikan bantuan segera diberikan. Kita akan fokus pada penanganan korban dan masyarakat,” ujar Gubernur Melkianus.
Keamanan Masyarakat Menjadi Prioritas
Kapolda NTT menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah hal yang paling utama. “Tim kami sudah bergerak untuk membantu proses evakuasi, mengamankan lokasi, mendukung pencarian korban, membuka akses, serta memastikan masyarakat menerima pertolongan yang dibutuhkan. Kami akan terus berkoordinasi agar penanganan di lapangan berlangsung dengan cepat,” kata Irjen Rudi.
Pembentukan Command Center
Polda NTT telah membentuk Command Crisis Center di tingkat Polres dan Polsek sebagai pusat koordinasi untuk tanggap darurat. Personel telah dikerahkan untuk mencari dan menyelamatkan korban, membantu warga, membuka akses bantuan, menjaga tempat pengungsian, serta mencegah tindakan penjarahan.
- Pembukaan akses menjadi prioritas utama.
- Koordinasi dengan kontraktor untuk membersihkan jalan yang tertutup longsor.
- Pemulihan layanan listrik dan komunikasi dengan PLN dan operator telekomunikasi.
- Penggunaan helikopter untuk menjangkau daerah yang sulit diakses.
- Pengamanan lokasi agar bantuan dapat disalurkan dengan aman.
Distribusi Bantuan dan Pengendalian Informasi
Pemerintah Provinsi NTT telah mulai menyalurkan kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak, termasuk makanan dan beras. Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan. Sebanyak 100 paket bantuan telah disiapkan untuk masyarakat di Kabupaten Sikka dan akan disalurkan melalui Polsek Alok.
Di tengah situasi darurat ini, Polda NTT juga memperkuat pengendalian informasi kepada masyarakat. Rilis pers resmi yang dikeluarkan bersama Forkopimda akan disampaikan setiap hari. Masyarakat dihimbau untuk hanya mengikuti informasi dari pemerintah, BMKG, BNPB, serta lembaga berwenang lainnya, agar tidak terjebak dalam kabar yang belum terverifikasi.
Setiap langkah yang diambil dalam penanganan situasi ini dilakukan secara terpadu, mulai dari proses evakuasi, pendataan, pembukaan akses, distribusi bantuan, hingga pengamanan. “Di tengah bencana ini, satu hal yang pasti adalah masyarakat Flores tidak menghadapi situasi ini sendirian,” tegas Gubernur Melkianus.
➡️ Baca Juga: Menghentikan Kebiasaan Membandingkan Diri dengan Kehidupan Orang Lain di Instagram
➡️ Baca Juga: Dinamika Atmosfer Lebaran 2026: BMKG Ajak Warga Sumedang Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologis



