WOM Finance Selenggarakan RUPST dan RUPSLB 2026 untuk Bahas Agenda Kerja Utama

Pada tanggal 30 Maret 2026, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk, lebih dikenal sebagai WOM Finance, telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Kegiatan ini menjadi momen penting bagi perusahaan untuk membahas berbagai agenda strategis dalam rangka meningkatkan kinerja dan transparansi kepada para pemegang saham.

Lokasi dan Pelaksanaan Rapat

Rapat diadakan di Function Hall, Gedung Sentral Senayan 3 yang terletak di Lantai 28, Jl. Asia Afrika No. 8, kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. Lokasi ini dipilih untuk memberikan akses yang nyaman bagi para pemegang saham dalam menghadiri acara penting ini.

Penting untuk dicatat bahwa pelaksanaan RUPST dan RUPSLB dilakukan dengan format hybrid, yaitu secara fisik dan juga elektronik. Penggunaan aplikasi Electronic General Meeting System KSEI (eASY.KSEI) yang disediakan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memungkinkan para pemegang saham yang tidak dapat hadir secara langsung untuk tetap berpartisipasi dalam rapat.

Agenda RUPST yang Ditetapkan

Dalam RUPST, terdapat sejumlah agenda tahunan yang menjadi fokus pembahasan. Salah satu agenda utama adalah persetujuan atas Laporan Tahunan dan pengesahan Laporan Keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi laporan keuangan kepada para pemegang saham.

Selain itu, rapat juga membahas penetapan penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025. Hal ini mencakup diskusi mengenai alokasi dana untuk pengembangan usaha, dividen kepada pemegang saham, serta investasi jangka panjang yang dapat mendukung pertumbuhan perusahaan.

Penunjukan Akuntan Publik dan Struktur Organisasi

Salah satu poin penting lainnya adalah penunjukan akuntan publik dan kantor akuntan publik yang akan bertugas untuk tahun 2026. Penunjukan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengelolaan keuangan perusahaan dilakukan dengan standar tertinggi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selanjutnya, rapat juga membahas perubahan susunan pengurus Perseroan. Hal ini mencakup penetapan pembagian tugas dan wewenang para anggota direksi untuk tahun buku 2026. Struktur organisasi yang jelas dan efisien diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Uang Jasa dan Tunjangan

Dalam RUPST, juga dibahas mengenai penetapan besaran uang jasa dan tunjangan untuk Anggota Dewan Komisaris serta Anggota Dewan Pengawas Syariah. Penetapan ini penting untuk memberikan penghargaan yang layak atas kontribusi mereka dalam pengawasan dan pengelolaan perusahaan.

Disamping itu, terdapat juga pembahasan mengenai gaji, honorarium, dan tunjangan bagi Anggota Direksi untuk tahun buku 2026. Hal ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan penghargaan yang adil dan kompetitif kepada para pemimpin perusahaan yang berperan penting dalam mencapai target-target strategis.

Penjelasan Agenda RUPSLB

Berlanjut ke RUPSLB, WOM Finance membahas beberapa agenda penting lainnya. Salah satunya adalah persetujuan atas perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Perubahan ini terkait dengan penyesuaian terhadap Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2025, yang merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa perusahaan tetap relevan dan sesuai dengan perkembangan regulasi yang ada.

Selain itu, agenda lain yang dibahas adalah persetujuan atas rencana untuk mengalihkan hak atau menjaminkan sebagian besar atau seluruh piutang milik Perseroan. Ini merupakan langkah yang diambil untuk memperkuat posisi likuiditas perusahaan serta mendukung ekspansi bisnis di masa mendatang.

Pernyataan dari Pimpinan Perusahaan

Dalam kesempatan tersebut, Djaja Suryanto Sutandar, Presiden Direktur WOM Finance, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan sepanjang tahun 2025. Ia mengungkapkan rasa optimis terhadap kinerja perusahaan di masa depan, meskipun dihadapkan pada tantangan ekonomi dan persaingan yang ketat.

Djaja menegaskan bahwa, meskipun situasi yang dihadapi cukup menantang, perusahaan berhasil mencatatkan kinerja yang solid dan secara konsisten memberikan dividen kepada pemegang saham. Ini menunjukkan komitmen WOM Finance untuk menjaga kesejahteraan para pemegang saham dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Hasil Kinerja Keuangan 2025

Direktur WOM Finance, Cincin Lisa Hadi, juga mengungkapkan pencapaian perusahaan hingga tanggal 31 Desember 2025. Ia mencatat bahwa WOM Finance telah berhasil menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp5,94 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 9,35 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, Cincin juga menyampaikan bahwa total aset perusahaan meningkat sebesar 6,08 persen menjadi Rp7,37 triliun. Sementara itu, ekuitas perusahaan juga mengalami kenaikan sebesar 4,81 persen, mencapai Rp1,98 triliun. Dengan pencapaian ini, WOM Finance berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp142,55 miliar, dengan Return on Asset (ROA) sebesar 2,41 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 7,45 persen.

Outlook dan Harapan ke Depan

Rapat Umum Pemegang Saham yang diselenggarakan oleh WOM Finance ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk tetap transparan dan akuntabel dalam menjalankan operasionalnya. Dengan berbagai agenda yang telah dibahas, perusahaan berharap dapat terus meningkatkan kinerja dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.

Melihat ke depan, WOM Finance berkomitmen untuk menghadapi berbagai tantangan dalam industri keuangan dengan inovasi dan strategi yang tepat. Diharapkan, langkah-langkah yang diambil dalam RUPST dan RUPSLB 2026 ini dapat membawa perusahaan ke arah yang lebih baik, serta memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ekonomi nasional.

➡️ Baca Juga: Strategi Bikin Gol Cepat untuk Kunci Kemenangan City atas Madrid

➡️ Baca Juga: Sane Mendapat Kecaman Keras dari Legenda Sepak Bola Jerman

Exit mobile version