SMK 1 Dwija Jombang Sukses Tembus Provinsi di Lomba Kompetensi Siswa

Para siswa SMK di seluruh negeri mendapatkan kesempatan berharga untuk mengasah keterampilan mereka melalui Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Lomba ini bukan hanya arena bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan teknis mereka, tetapi juga tempat mereka mendapatkan bimbingan dalam mengembangkan bakat vokasional mereka untuk memenuhi kebutuhan industri. Melalui LKS, kualitas pendidikan vokasi dapat diukur secara objektif, menjadi indikator penting dalam mengevaluasi daya saing lulusan SMK. Penelitian telah menunjukkan bahwa pendekatan pembinaan berbasis kompetisi seperti LKS dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar, memperkuat pemahaman konsep dalam konteks aplikatif, dan memberikan dampak positif pada pencapaian akademik dengan efektivitas rata-rata di atas 76 persen.
SMK 1 Dwija Jombang adalah salah satu sekolah yang mengambil bagian dalam LKS pada 14 Februari 2026, dengan perwakilan siswa Jovian Ekasakta dan Mohammad Rima Ramadhan. Menurut Helmi Fadhlur Rahman, Guru Pembimbing dari SMK 1 Dwija Jombang, ini adalah pertama kalinya mereka berpartisipasi dan berhasil meraih Juara 1, dan berhak melanjutkan kompetisi di tingkat provinsi pada 10 April 2026 mendatang. Helmi berharap bahwa partisipasi dalam kompetisi ini akan sejalan dengan visi sekolah dalam mempersiapkan lulusan yang siap bekerja, khususnya di bidang Cyber Security yang sedang berkembang pesat.
Dalam upaya mempersiapkan siswanya, SMK 1 Dwija Jombang tidak hanya memberikan bimbingan secara internal dan eksternal. Salah satu strategi yang diambil adalah melalui kolaborasi dengan Practiclass, sebuah platform yang memberikan pembinaan berbasis praktek dari para ahli dan pemenang kompetisi. Kolaborasi ini membantu sekolah dalam memperkuat standar latihan yang terstruktur dan relevan dengan kebutuhan industri. Melalui sinergi ini, diharapkan bukan hanya meningkatkan kesiapan siswa dalam kompetisi, tetapi juga membuka jalan bagi masa depan karier mereka di bidang Cyber Security.
Amelia Qanitah, Program Manager Practiclass, mengungkapkan bahwa selama dua tahun terakhir, Practiclass telah mendukung sebanyak 34 siswa dari 17 sekolah di seluruh Indonesia. Dia menambahkan bahwa Practiclass menyediakan pembelajaran berbasis praktek langsung dari para juara dan praktisi berprestasi, sehingga siswa belajar dari pengalaman nyata, bukan hanya teori. Dia juga menjelaskan bahwa Practiclass memberikan kesempatan bagi pemenang kompetisi dan talenta terbaik untuk menjadi pengajar, sehingga siswa dapat belajar langsung dari orang-orang yang telah terbukti kompeten dan berwawasan.
➡️ Baca Juga: Disney Adventure, Kapal Pesiar dengan Wahana Marvel Seru Kini Hadir di Asia
➡️ Baca Juga: Gemoy’ Ibu-Ibu Lamongan Meriahkan Kompetisi Fashion Wastra dengan Antusiasme Tinggi
