Estimasi Kerugian Militer AS Capai Rp31 Triliun dalam 4 Hari Konflik dengan Iran

— Paragraf 1 —
JABAR EKSPRES – Konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam empat hari pertama dilaporkan telah menelan kerugian materil yang sangat fantastis.
— Paragraf 2 —
Berdasarkan data sumber terbuka yang dihimpun oleh Anadolu, total kerugian peralatan militer Amerika Serikat diperkirakan menyentuh angka 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp31,4 triliun.
— Paragraf 3 —
Ketegangan ini bermula sejak AS dan Israel melancarkan operasi militer ke Iran pada 28 Februari lalu. Sebagai bentuk balasan, Teheran menargetkan sejumlah aset strategis milik Washington di kawasan Timur Tengah.
— Paragraf 4 —
Kerusakan paling signifikan dilaporkan terjadi di Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar. Serangan rudal Iran berhasil menghancurkan sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 yang memiliki nilai estimasi mencapai 1,1 miliar dolar AS.
— Paragraf 5 —
Selain itu, kerugian besar lainnya mencakup:
— Paragraf 6 —
Tujuh Pangkalan Militer Jadi Sasaran
— Paragraf 7 —
Iran secara sistematis menargetkan tujuh titik lokasi pangkalan militer AS di berbagai negara, meliputi Bahrain, Kuwait (Camp Arifjan dan Pangkalan Udara Ali al-Salem), Irak (Erbil), Uni Emirat Arab (Jebel Ali), hingga Qatar.
— Paragraf 8 —
Dalam serangan di Camp Arifjan, Kuwait, enam personel militer AS dilaporkan kehilangan nyawa. Sementara itu, citra satelit memperlihatkan kehancuran pada beberapa bangunan di bandara Erbil, Irak, serta kepulan asap di area rekreasi Angkatan Laut AS di Pelabuhan Jebel Ali, Dubai.
— Paragraf 9 —
Tidak hanya fasilitas militer, perwakilan diplomatik AS di Timur Tengah juga menjadi target serangan balasan. Di Riyadh, Arab Saudi, kompleks Kedutaan Besar AS serta kantor CIA yang berada di dalamnya dilaporkan terkena hantaman pesawat nirawak.
➡️ Baca Juga: Nyaris 100 Caps! Kyle Walker Putuskan Pensiun dari Timnas Inggris
➡️ Baca Juga: Mengungkap Fungsi dan Keunggulan Showcase Chiller untuk Kemajuan Bisnis Anda


