DPR dan Golkar Diskusikan Syarat TOEFL LPDP untuk Tingkatkan Akses Beasiswa Inklusif

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mengajak untuk melakukan kajian yang mendalam terkait usulan perubahan syarat TOEFL dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Panggilan ini muncul setelah Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara terbuka menyampaikan kritik terhadap syarat TOEFL yang dianggap terlalu tinggi dan hanya menguntungkan segelintir kalangan.
Kajian yang komprehensif terhadap syarat TOEFL LPDP sangat diperlukan untuk memastikan bahwa standar kualitas pendidikan tetap terjaga. Namun, hal ini juga harus dilakukan dengan mempertimbangkan aksesibilitas bagi calon penerima beasiswa yang memiliki potensi besar.
Lalu Hadrian Irfani menekankan pentingnya melakukan kajian objektif mengenai syarat TOEFL LPDP. Dengan demikian, kualitas pendidikan dapat terjaga tanpa menghalangi akses bagi individu yang memiliki potensi besar, terutama di kalangan anak-anak yang berasal dari latar belakang yang beragam.
“Usulan untuk merevisi syarat TOEFL yang dianggap terlalu tinggi harus dikaji secara cermat. Kami ingin memastikan bahwa standar kualitas tetap terjaga, namun tanpa menutup akses bagi calon penerima beasiswa yang berpotensi,” kata Lalu dalam konfirmasinya pada Senin, 9 Maret 2026.
Politikus dari PKB ini menegaskan bahwa filosofi LPDP seharusnya adalah memberikan kesetaraan akses terhadap beasiswa. Menurutnya, LPDP harus dapat diakses secara adil oleh seluruh warga negara, tanpa memandang status ekonomi atau jenis pendidikan yang mereka miliki.
“Intinya, kami berupaya agar LPDP benar-benar menjadi program yang inklusif, adil, dan dapat diakses oleh seluruh anak bangsa di mana pun mereka berada,” tegas Lalu. Ia menambahkan bahwa kesempatan untuk mengejar pendidikan tinggi melalui LPDP harus terbuka bagi semua orang, termasuk para santri, baik dari keluarga mampu maupun kurang mampu, serta yang berasal dari sekolah umum, madrasah, ataupun pesantren.
Kritik yang disampaikan oleh Bahlil Lahadalia mengenai syarat TOEFL sebelumnya menyoroti bahwa LPDP sering kali menetapkan syarat TOEFL yang tinggi untuk menerima beasiswa.
Bahlil menegaskan bahwa syarat yang ditetapkan oleh LPDP selama ini lebih menguntungkan anak-anak dari kalangan yang mampu, bukan untuk mereka yang kurang beruntung atau para santri. “Jangan sampai syaratnya mengharuskan skor TOEFL 700 atau 800, itu hanya bisa dicapai oleh orang-orang yang memiliki akses ke pendidikan yang lebih baik,” ungkap Bahlil saat berkunjung ke Ponpes Azzainiyyah, Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (8/3/2026) malam.
Bahlil menjelaskan bahwa Partai Golkar berkomitmen untuk mendorong negara agar lebih memperhatikan hak-hak seluruh anak bangsa. Ia mendesak LPDP untuk memberikan porsi beasiswa yang lebih proporsional kepada santri, bukan hanya kepada siswa dari sekolah umum.
“Belum tentu sekolah-sekolah umum saat ini yang dianggap baik memiliki kualitas yang lebih unggul dibandingkan dengan pesantren. Hal ini harus dipertimbangkan dengan serius,” pungkas Bahlil.
Informasi lebih lanjut mengenai isu ini telah disampaikan melalui pernyataan Lalu Hadrian Irfani, Wakil Ketua Komisi X DPR, pada Senin, 9 Maret 2026, dan juga oleh Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Partai Golkar.
➡️ Baca Juga: Andien Beberkan Kondisi Terakhir Vidi Aldiano: Sangat Tampan
➡️ Baca Juga: Hello world!



