Jakarta – Tablet terbaru dari Samsung, Galaxy Tab S12+ dan Galaxy Tab S12 Ultra, kembali mencuri perhatian dengan bocoran spesifikasinya. Meskipun tidak ada perubahan mencolok dalam desain atau formula perangkat, terdapat sejumlah peningkatan signifikan pada chipset, kapasitas baterai, ketebalan bodi, dan efisiensi daya. Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber mengungkap bahwa kedua tablet ini akan mengadopsi MediaTek Dimensity 9500, yang menggantikan MediaTek Dimensity 9400+ pada Galaxy Tab S11 Ultra dan MediaTek Dimensity 9300+ pada Galaxy Tab S10+. Penggunaan Dimensity 9500 ini menjelaskan mengapa Samsung tidak meluncurkan varian dengan embel-embel “Plus” pada generasi terbaru ini.
Peningkatan pada Baterai dan Desain
Untuk Galaxy Tab S12+, ada peningkatan pada kapasitas baterai menjadi 10.600mAh, yang sedikit lebih besar dibandingkan 10.090mAh pada Galaxy Tab S10+. Meskipun dukungan pengisian daya tetap 45W, tablet ini kini memiliki ketebalan yang lebih ramping, yaitu 5,3mm, berkurang 0,3mm dari pendahulunya. Sementara itu, Galaxy Tab S12 Ultra mempertahankan kapasitas baterai sebesar 11.600mAh dan ketebalan 5,1mm, dengan kecepatan pengisian yang sama, yaitu 45W.
Menariknya, data dari label EPREL yang dibocorkan menunjukkan adanya perubahan dalam daya tahan kedua tablet ini. Galaxy Tab S12+ kini memiliki rating penggunaan mencapai 80 jam 34 menit, meningkat dari 73 jam 44 menit pada Galaxy Tab S10+. Sebaliknya, Galaxy Tab S12 Ultra menunjukkan angka 88 jam 54 menit, yang lebih rendah dibandingkan 94 jam 51 menit dari Galaxy Tab S11 Ultra. Perbedaan ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas baterai bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi daya tahan, di mana chipset baru dan kemungkinan optimasi pada layar juga berperan.
Ukuran Layar dan Desain Kamera
Samsung Galaxy Tab S12+ akan hadir dengan layar berukuran 12,4 inci, sedangkan Galaxy Tab S12 Ultra tetap mempertahankan ukuran layar 14,6 inci. Pada bagian desain, terdapat perbedaan pada penempatan kamera depan. Galaxy Tab S12 Ultra masih menggunakan notch untuk kamera selfie 12MP, sedangkan Galaxy Tab S12+ menghindari notch dengan memilih bezel yang lebih tebal. Untuk konfigurasi kamera belakang, keduanya juga memiliki spesifikasi yang berbeda. Galaxy Tab S12+ hanya dilengkapi satu kamera wide 13MP, menghilangkan kamera ultrawide 8MP yang sebelumnya ada pada Galaxy Tab S10+. Di sisi lain, Galaxy Tab S12 Ultra tetap membawa kombinasi kamera utama 12MP dan ultrawide 8MP, ditambah dengan kamera depan 12MP.
Perkiraan Harga Galaxy Tab S12+ dan S12 Ultra
Berdasarkan bocoran harga yang beredar untuk pasar Eropa, Galaxy Tab S12+ diperkirakan akan dijual mulai dari EUR1.300 (sekitar Rp26,4 juta) untuk varian Wi-Fi 12GB/256GB. Untuk varian Wi-Fi 12GB/512GB, harganya sekitar EUR1.500, sedangkan model 5G diperkirakan akan dijual seharga EUR1.450 untuk varian 12GB/256GB dan EUR1.650 untuk kapasitas penyimpanan yang sama. Di sisi lain, Galaxy Tab S12 Ultra diperkirakan akan mulai dari EUR1.540 untuk model Wi-Fi 12GB/256GB dan dapat mencapai EUR1.890 untuk varian 5G 12GB/512GB. Bocoran harga ini menunjukkan adanya kenaikan dibandingkan generasi sebelumnya, meskipun harga resmi dari Samsung masih belum diumumkan.
Spesifikasi dan Fitur Terbaru
Secara keseluruhan, baik Galaxy Tab S12+ maupun Galaxy Tab S12 Ultra membawa sejumlah perubahan signifikan di balik layar. MediaTek Dimensity 9500 menjadi peningkatan utama dalam chipset, sementara model S12+ mendapatkan baterai yang lebih besar dan bodi yang lebih ramping. Model Ultra tetap mempertahankan layar 14,6 inci, kapasitas baterai 11.600mAh, serta konfigurasi kamera yang lebih lengkap.
Samsung diperkirakan akan memperkenalkan Galaxy Tab S12 series pada 7 Oktober, meskipun tanggal ini masih bersifat bocoran dan belum ada pengumuman resmi dari pihak perusahaan. Dengan berbagai peningkatan yang ditawarkan, kedua tablet ini diharapkan dapat memenuhi ekspektasi pengguna yang menginginkan performa dan efisiensi yang lebih baik.
➡️ Baca Juga: Kaspersky Academic Partners Summit 2026 Bahas Ancaman AI dan Keamanan Siber Terkini
➡️ Baca Juga: Kenaikan Harga Minyak Berpotensi Dorong Tekanan Fiskal APBN 2026
