Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, telah melakukan perjalanan kerja ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Kamis, 5 Maret 2026. Kunjungan ini adalah bagian dari rangkaian peninjauan terhadap pembangunan KNMP yang tersebar di seluruh Indonesia. Tujuan peninjauan ini adalah untuk memastikan pembangunan infrastruktur nelayan berjalan sebagaimana mestinya dan siap untuk dioperasikan oleh masyarakat pesisir, terutama nelayan. Trenggono berambisi untuk membangun 1.000 titik KNMP di seluruh Indonesia hingga tahun 2026.
Ambisi ini merupakan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan target pembangunan pada tahun 2025 yang hanya mencapai 100 titik kampung nelayan. “Dari 100 titik yang telah kami bangun, salah satunya berada di sini,” ungkap Trenggono saat melakukan peninjauan pembangunan KNMP di Purworejo. Ia menambahkan bahwa dari 100 titik yang telah dibangun pada 2025, hampir semua telah selesai. “Saat ini, masih ada sekitar 35 titik yang sedang dalam proses pembangunan,” jelas Trenggono.
Untuk tahun 2026, pemerintah berencana meningkatkan skala pembangunan kampung nelayan secara signifikan dengan target pembangunan 1.000 titik kampung nelayan yang akan dilakukan secara serentak. “Pembangunan akan lebih difokuskan di wilayah Indonesia Timur yang memiliki potensi kelautan yang besar, tetapi masih memerlukan dukungan infrastruktur dan fasilitas untuk meningkatkan produktivitas nelayan,” kata Trenggono.
Inisiatif pembangunan KNMP ini dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dimulai dari sektor paling bawah, yaitu masyarakat desa dan nelayan. “Ini sejalan dengan program Presiden Prabowo yang fokus pada pembangunan sektor bawah. Jika produktivitas meningkat, pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat,” tutur Trenggono.
Trenggono menekankan pentingnya peningkatan fasilitas pendukung, seperti tempat distribusi es untuk pembekuan ikan dan tempat pendaratan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Ini bertujuan untuk memudahkan aktivitas para nelayan. “Pembangunan infrastruktur berjalan cukup baik, tetapi masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Ini akan semakin memudahkan para nelayan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir,” ungkap Trenggono.
Para nelayan merespons dengan antusias adanya fasilitas baru seperti cold storage, pabrik es, kios kuliner, dan kantor pengelola yang semakin memudahkan mereka dalam beraktivitas. Program KNMP ini dianggap sebagai angin segar bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Para nelayan mengaku senang dengan kondisi bangunan yang sudah tertata rapi. “Saya sangat senang melihat bangunan ini semakin tertata dan rapi, tidak seperti sebelumnya yang berserakan. Walaupun sudah bagus, masih ada beberapa kekurangan yang perlu ditambahkan seperti tempat parkir motor milik nelayan, gudang mesin kapal, dan alur keluar masuk kapal nelayan,” ungkap Sodikin, seorang nelayan setempat.
Dengan strategi ini, diharapkan dapat terjadi peningkatan ekonomi nelayan Indonesia secara signifikan hingga tahun 2026. Upaya ini tidak hanya akan membantu meningkatkan produktivitas nelayan, tetapi juga akan memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat pesisir secara keseluruhan.
➡️ Baca Juga: Kondigi Batasi Akses Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun, DPR Soroti Pengawasan Mandiri yang Diperlukan
➡️ Baca Juga: WIKAIKON Berhasil Pasang Girder Baja di Tol Harbour Road II: Meningkatkan Konektivitas Jakarta Utara
