SITH ITB Lakukan Uji Coba Biodiesel dari Kemiri Afkir Bersama UMKM di Alor

Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, kembali menjadi saksi langkah inovatif yang dilakukan oleh Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Dalam kunjungan yang berlangsung dari 9 hingga 15 Agustus 2026, tim pengabdian masyarakat ini melanjutkan program pendampingan berkelanjutan yang telah berlangsung selama empat tahun di wilayah tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi konkret terhadap penggunaan sumber daya lokal dalam pengembangan energi terbarukan.

Uji Coba Produksi Biodiesel Berbasis Kemiri Afkir

Dipimpin oleh Dr. Ir. Muhammad Yusuf Abduh, tim SITH ITB berkolaborasi dengan Unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Pa’abala yang terletak di Kelurahan Kalabahi Tengah, Kecamatan Teluk Mutiara. Kolaborasi ini bertujuan untuk melakukan uji coba produksi biodiesel dalam skala komunitas dengan memanfaatkan kemiri afkir sebagai bahan baku utama. Inisiatif ini tidak hanya akan membantu pengembangan ekonomi lokal tetapi juga mendorong penggunaan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

Pelatihan dan Praktik Pengolahan

Puncak kegiatan diadakan pada tanggal 14 Agustus 2026, di mana para peserta mengikuti pelatihan teknis yang dipandu oleh tiga dosen dari SITH ITB. Dr. Rijanti Rahaju Maulani mengawali sesi dengan menjelaskan teknik pascapanen dan pemecahan kemiri afkir. Selanjutnya, Dr. Lili Melani memberikan paparan mengenai proses ekstraksi minyak dengan teknologi yang tepat guna, disesuaikan dengan kebutuhan skala komunitas. Dr. Ir. Muhammad Yusuf Abduh menutup rangkaian pelatihan dengan praktik langsung pembuatan biodiesel serta uji coba penggunaan produk tersebut pada mesin.

Kolaborasi Lintas Institusi

Dalam kegiatan ini, tim SITH ITB juga menggandeng Dr. Hermayanti, S.E., M.M., dosen dari Universitas Tribuana Kalabahi. Beliau menyampaikan materi mengenai manajemen dan pemasaran produk yang berbasis pada kemiri afkir. Kolaborasi lintas institusi ini bertujuan untuk memperkuat upaya dalam memanfaatkan potensi lokal secara maksimal, serta memberikan edukasi yang komprehensif kepada masyarakat setempat.

Harapan untuk Masyarakat Lokal

“Uji coba produksi biodiesel dalam skala komunitas ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pendampingan yang telah berlangsung sejak tahun 2023. Melalui kemitraan dengan UMKM Pa’abala, kami berharap masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa kemiri afkir dapat diolah menjadi biodiesel yang dapat digunakan untuk berbagai mesin,” ujar Dr. Muhammad Yusuf Abduh, sebagai Ketua Tim Pengabdian SITH ITB.

Dukungan dari Pemerintah Daerah

Pelatihan tersebut juga mendapat perhatian dari perwakilan pemerintah daerah. Arly Marthen Ketty, S.P., yang menjabat sebagai Plt Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Alor, serta Dathenus Moleda Bani, S.T., selaku Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Industri Dinas Perindustrian Kabupaten Alor, hadir untuk memberikan dukungan. Kehadiran mereka menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara berbagai sektor dalam mengembangkan biodiesel berbasis kemiri afkir sebagai sumber energi terbarukan, serta meningkatkan nilai tambah dari komoditas lokal.

Model Replikasi untuk Wilayah Lain

Dengan adanya kemitraan antara UMKM Pa’abala dan Universitas Tribuana Kalabahi, program yang dilaksanakan oleh SITH-DPMK ITB diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah daerah. Uji coba ini diharapkan menjadi model yang dapat diterapkan di daerah lain, serta dapat mendorong kemandirian energi dan penguatan ekonomi masyarakat yang berbasis pada sumber daya lokal.

Peluang dan Tantangan dalam Pengembangan Biodiesel Kemiri Afkir

Pemanfaatan kemiri afkir sebagai bahan baku biodiesel membuka peluang besar bagi masyarakat. Berikut beberapa keuntungan yang dapat diperoleh:

Tantangan yang Dihadapi

Meskipun terdapat banyak peluang, pengembangan biodiesel dari kemiri afkir juga menghadapi beberapa tantangan, seperti:

Kesimpulan dan Harapan Masa Depan

Program uji coba biodiesel berbasis kemiri afkir yang dilakukan oleh SITH ITB di Kabupaten Alor tidak hanya bertujuan untuk menciptakan sumber energi terbarukan, tetapi juga untuk memberdayakan masyarakat lokal melalui kolaborasi dengan UMKM. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, diharapkan inisiatif ini dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian energi yang lebih baik. Melalui kerja sama yang solid, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dan memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

➡️ Baca Juga: Longsor Gunung Rajabasa: Bupati Egi Naik 3 Km untuk Tanam Pohon Cegah Bencana Susulan

➡️ Baca Juga: Hasil Liga Italia: Lecce Tertahan di Zona Degradasi Usai Imbang 1-1 Melawan Fiorentina

Exit mobile version