Sisa Pangan Indonesia Mencapai 48 Juta Ton, Bapanas Ajak Gerakan Penyelamatan Pangan

Indonesia menghadapi tantangan besar di bidang ketahanan pangan, di mana sisa pangan yang dihasilkan mencapai angka yang mencengangkan, yaitu 48 juta ton per tahun. Badan Pangan Nasional (Bapanas) berinisiatif untuk mengatasi masalah ini melalui Gerakan Selamatkan Pangan, yang melibatkan kerjasama dengan pemerintah daerah. Melalui gerakan ini, diharapkan dapat mengurangi sisa pangan sebesar 3-5 persen setiap tahunnya, sekaligus memperkuat ketersediaan pangan nasional.

Strategi Pengurangan Sisa Pangan

Maino Dwi Hartono, sebagai Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas, menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan target pengurangan sisa pangan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk periode 2025-2029. Target ini diharapkan dapat mengurangi sisa pangan secara signifikan.

“Jika kita mampu menurunkan sisa pangan 5 persen setiap tahunnya, ini bisa berkontribusi pada peningkatan ketersediaan pangan di negara kita,” ungkap Maino dalam sebuah pernyataan resmi di Jakarta.

Inisiatif di Karawang

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Deklarasi dan Penandatanganan Pakta Integritas Gerakan Selamatkan Pangan dengan tema Karawang Aman, yang dilaksanakan di Lapangan Karangpawitan, Karawang, Jawa Barat. Bapanas memberikan apresiasi atas upaya Pemerintah Kabupaten Karawang dalam mengurangi sisa pangan.

Karawang kini menjadi kabupaten ke-58 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia yang mengadopsi gerakan ini. Langkah ini bukan hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendorong daerah lain untuk melakukan tindakan serupa.

Kepedulian Daerah Sangat Penting

Maino menyatakan bahwa perhatian dari pemerintah daerah adalah faktor kunci untuk memperluas gerakan penyelamatan sisa pangan. Sisa pangan yang masih layak untuk dikonsumsi perlu diselamatkan dan dimanfaatkan dengan optimal.

“Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, Karawang adalah yang ke-58 yang berkomitmen untuk gerakan ini. Ini merupakan perjuangan kolektif kita,” ujarnya.

Dia juga menekankan pentingnya memperluas inisiatif ini, mengingat saat ini baru 17 dari 38 provinsi yang telah menyatakan komitmen mereka dalam bentuk instruksi atau surat edaran dari kepala daerah.

Mendorong Komitmen Daerah Lain

Harapan Maino adalah agar komitmen yang ditunjukkan oleh Kabupaten Karawang dapat menjadi contoh yang menginspirasi daerah lain untuk ikut serta dalam gerakan serupa. “Kami berharap semangat ini dapat menular ke kabupaten/kota lainnya. Kita tidak hanya berbicara tentang sisa pangan, tetapi juga tentang bagaimana menyelamatkan makanan yang sebenarnya masih bermanfaat,” tambahnya.

Urgensi Gerakan Penyelamatan Pangan

Urgensi dari gerakan ini semakin jelas dengan data yang menunjukkan besarnya sisa pangan yang dihasilkan di Indonesia. Menurut kajian yang dilakukan oleh Bappenas pada tahun 2021, jumlah sisa pangan dan susut pangan mencapai antara 23 juta hingga 48 juta ton per tahun.

“Jika dikelola dengan baik, jumlah sisa pangan tersebut dapat memenuhi kebutuhan pangan untuk sekitar 61 hingga 125 juta orang per tahun,” jelas Maino. Hal ini menunjukkan bahwa pengurangan sisa pangan bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga terkait dengan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pentingnya Kolaborasi

Melihat potensi yang ada, kolaborasi antara berbagai pihak menjadi sangat penting. Bapanas mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, swasta, hingga individu, untuk terlibat aktif dalam gerakan penyelamatan pangan ini.

Kesimpulan

Gerakan Selamatkan Pangan yang diinisiasi oleh Bapanas adalah langkah strategis untuk mengatasi masalah sisa pangan yang sangat signifikan di Indonesia. Dengan target pengurangan sisa pangan setiap tahun dan dukungan dari pemerintah daerah, diharapkan ketersediaan pangan nasional dapat meningkat. Kolaborasi antara semua elemen masyarakat menjadi kunci untuk mencapai tujuan ini. Dengan mengoptimalkan pemanfaatan sisa pangan, kita tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih baik, tetapi juga memastikan kebutuhan pangan bagi generasi mendatang terjamin.

➡️ Baca Juga: Mahasiswa Aksi di DPRD Kota Cirebon: Tonton Video Aksinya di Sini

➡️ Baca Juga: TNI Siap Hadapi Eskalasi Konflik Global dan Dampak Domestik dengan Status Siaga 1 Nasional

Exit mobile version