Shilvya Rawat Bantu Nenek Stroke Melalui Program JKN Sejak 2023

Pengalaman merawat anggota keluarga yang menderita penyakit serius sering kali menjadi kenangan yang tak terlupakan. Hal ini dialami oleh Shilvya Rawat, seorang mahasiswa semester enam di Universitas Tadulako, yang bersama keluarganya mendampingi neneknya saat mengalami stroke pada tahun 2023. Dalam situasi yang mendesak ini, dukungan program jaminan kesehatan nasional (JKN) sangatlah penting.
Gejala Stroke yang Mengkhawatirkan
Pada suatu hari, nenek Shilvya tiba-tiba menunjukkan gejala yang mencolok: wajahnya mencong ke satu sisi, dan kelemahan melanda tangan serta kaki sebelah kanan. Tak hanya itu, neneknya juga tampak kesulitan dalam berbicara dan terlihat bingung saat diajak berkomunikasi. Melihat kondisi tersebut, Shilvya dan keluarganya segera panik dan membawa neneknya ke rumah sakit terdekat.
Gejala yang dialami neneknya adalah indikasi umum dari stroke, yang mencakup kelemahan pada salah satu sisi tubuh serta gangguan berbicara. Dalam situasi darurat seperti ini, penanganan yang cepat dan tepat sangat menentukan.
Proses Penanganan Awal
Dengan segera, keluarga Shilvya membawa neneknya ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mokopido Tolitoli untuk mendapatkan penanganan awal. Setelah menjalani pemeriksaan, neneknya dirujuk ke Rumah Sakit Anutapura Palu untuk perawatan lebih lanjut.
Manfaat Program JKN dalam Penanganan Kesehatan
Shilvya merasa bersyukur karena neneknya telah terdaftar sebagai peserta program jaminan kesehatan nasional (JKN). “Proses rujukan ke Palu berjalan dengan lancar. Semua prosedur medis ditangani sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya. Keberadaan JKN sangat membantu keluarga dalam menghadapi situasi kritis ini.
Setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa waktu, nenek Shilvya kini rutin melakukan kontrol di rumah sakit, dan kondisinya menunjukkan peningkatan yang signifikan. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program JKN, karena pengobatan stroke memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit,” tambahnya.
Pengalaman Pribadi Shilvya dengan Program JKN
Tidak hanya merasakan manfaat saat merawat neneknya, Shilvya juga mengalami langsung keuntungan dari program JKN ketika dirinya harus menjalani perawatan akibat radang lambung. Sebagai peserta aktif dalam segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bantuan Pemerintah Daerah, ia dan keluarganya merasakan manfaat yang signifikan dari keberadaan program ini.
Proses Pelayanan yang Mudah dan Efisien
Shilvya menjelaskan bahwa proses mendapatkan layanan kesehatan melalui JKN sangat mudah. “Pelayanannya baik dan kami bersyukur, karena saat sakit, kami tidak perlu khawatir tentang biaya pengobatan. Cukup dengan membawa KTP, kami sudah bisa mendapatkan perawatan yang diperlukan,” ujarnya.
- Pengobatan yang tidak memberatkan biaya keluarga.
- Proses administrasi yang sederhana.
- Pelayanan kesehatan yang memadai.
- Kesempatan untuk mendapatkan rujukan medis yang tepat.
- Perawatan yang berkesinambungan dan terencana.
Shilvya juga menilai sistem rujukan dalam program JKN sangat memudahkan peserta untuk mendapatkan layanan kesehatan sesuai kebutuhan medis, meskipun mereka berada di lokasi yang berbeda. “Meskipun kami berasal dari Tolitoli, saat dirujuk ke Palu, semua proses berjalan lancar. Yang terpenting adalah mengikuti alur layanan dari fasilitas kesehatan pertama hingga ke rumah sakit rujukan,” tambahnya.
Harapan untuk Program JKN di Masa Depan
Shilvya menyampaikan harapan agar program JKN terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Saya memberikan bintang seratus untuk program JKN, terutama dalam situasi darurat seperti ini. Saya berharap program JKN terus ada dan semakin baik ke depannya,” ungkapnya dengan penuh harapan.
Ia mendorong masyarakat yang menjadi peserta JKN untuk tidak ragu dalam mengakses fasilitas kesehatan. “Saya pribadi sudah merasakan manfaat dari program ini, dan tidak ada perbedaan perlakuan sama sekali saat saya berobat. Jadi, manfaatkanlah program JKN dengan baik,” tutupnya.
➡️ Baca Juga: 30 Kendaraan Tak Lolos Uji Emisi di Blok M, Sudin LH Jaksel Berikan Solusi untuk Pengendara
➡️ Baca Juga: Friderica Widyasari Dewi Nahkodai OJK: DPR Harapkan Pemulihan Kepercayaan Publik dan Reformasi Fundamental Sektor Keuangan



