happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

slot depo 10k slot depo 10k
Ekonomi

Petrokimia Gresik Perkenalkan Inovasi Pertanian dan Talenta Hijau di Forum PBB New York

Jakarta – Isu mengenai industri hijau kini semakin melampaui sekadar penerapan teknologi canggih dan penggunaan energi bersih. Ada satu aspek krusial yang tak boleh diabaikan, yaitu kesiapan talenta yang mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut. Dalam konteks ini, PT Petrokimia Gresik (Persero), bagian dari holding PT Pupuk Indonesia (Persero), membawa pesan ini ke berbagai forum internasional yang berlangsung di New York, Amerika Serikat. Perusahaan ini menyoroti pengalaman Indonesia dalam mendorong transformasi industri, pertanian berkelanjutan, serta pengembangan talenta hijau yang adaptif.

Inovasi Pertanian: GladiAgro dan Kesehatan Tanah

Salah satu inovasi yang diperkenalkan oleh Petrokimia Gresik adalah GladiAgro: Next-Gen Soil Revival, sebuah solusi yang dirancang untuk memulihkan kesehatan tanah. Inovasi ini tidak hanya mendapatkan pengakuan internasional, tetapi juga meraih penghargaan dalam SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026. Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, hadir pada forum UN Private Sector Forum di Markas PBB pada tanggal 20 September, di mana sekitar 150 pemimpin dari sektor bisnis, pemerintahan, dan PBB berdiskusi tentang percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih dan aman.

Selama forum tersebut, Daconi menjadi satu-satunya direktur utama dari Indonesia yang berpartisipasi, menunjukkan komitmen perusahaan dalam menghadapi tantangan global. Diskusi meliputi berbagai aspek, mulai dari investasi hingga kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Daconi kembali menjadi pembicara pada acara Global Talent for Sustainable Development di KJRI New York, di mana fokus utama adalah pada kesiapan talenta Indonesia untuk menghadapi pertumbuhan lapangan pekerjaan ramah lingkungan dan transisi menuju industri hijau.

Pentingnya Talenta Hijau dalam Transformasi Ekonomi

“Transformasi menuju ekonomi hijau pada dasarnya juga merupakan transformasi tenaga kerja. Investasi dalam teknologi harus sejalan dengan investasi pada sumber daya manusia,” ungkap Daconi. Ia menekankan bahwa teknologi hijau akan memberikan dampak yang signifikan jika didukung oleh sumber daya manusia yang terampil dan berpengetahuan. Oleh karena itu, Daconi mengajak talenta Indonesia, baik yang sedang belajar maupun bekerja di luar negeri, untuk ikut berkontribusi dalam transformasi ini. Pengetahuan dan jaringan global yang mereka miliki dapat menjadi aset berharga untuk memajukan Indonesia.

Peran Petrokimia Gresik dalam Pertanian Berkelanjutan

Petrokimia Gresik memiliki posisi yang unik dalam agenda transformasi hijau, karena beroperasi di dua sisi: industri dan pertanian. Di sektor hulu, perusahaan ini merupakan produsen pupuk yang terus berupaya untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi jejak karbon. Di sisi hilir, produk dan inovasi yang dikembangkan mendukung peningkatan produktivitas petani dan keberlanjutan pertanian.

Salah satu inovasi yang menonjol adalah GladiAgro, yang diciptakan untuk menangani masalah menurunnya kesehatan tanah. Berdasarkan analisis terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak tahun 2016, ditemukan bahwa 91,9 persen sampel memiliki kandungan karbon organik yang rendah. GladiAgro memanfaatkan Petro Gladiator, dekomposer berbasis mikroba unggul yang dapat mempercepat penguraian limbah pertanian dan bahan organik menjadi nutrisi yang dibutuhkan tanah.

Tujuan dan Manfaat GladiAgro

Inovasi ini bertujuan untuk tidak hanya menambah input pertanian, tetapi juga meningkatkan kandungan bahan organik, memperbaiki struktur tanah, dan mendukung pemulihan kesehatan tanah secara keseluruhan. “Transformasi hijau kami tidak berhenti di gerbang pabrik, tetapi berlanjut hingga ke lahan pertanian,” jelas Daconi, menekankan pentingnya efisiensi produksi dan dukungan terhadap sektor pertanian agar petani dapat menjaga kesehatan tanah.

Pentingnya Kesiapan Talenta untuk Era Green Jobs

Di forum KJRI New York, Daconi membahas tema “Green Jobs: From Green Transformation to Green Talent.” Ia menekankan bahwa saat teknologi industri mengalami perubahan, kemampuan dan keterampilan pekerja juga harus beradaptasi. Para insinyur dan operator yang sebelumnya fokus pada keandalan dan kapasitas produksi kini harus memahami konsep efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, manajemen karbon, dan teknologi rendah karbon.

  • Perubahan dalam teknologi industri memerlukan adaptasi keterampilan pekerja.
  • Talent yang dibutuhkan semakin beragam, tidak hanya dari bidang teknik dan lingkungan.
  • Pengembangan talenta mencakup reskilling dan upskilling.
  • Industri perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempersiapkan tenaga kerja yang siap pakai.
  • Peningkatan kompetensi harus sejalan dengan transformasi operasional perusahaan.

Pengembangan kompetensi ini sejalan dengan roadmap dekarbonisasi Petrokimia Gresik untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Untuk target jangka pendek pada tahun 2030, perusahaan menargetkan penurunan emisi sebesar 30 persen dibandingkan skenario Business as Usual (BAU) yang mencakup efisiensi energi, penggunaan sumber energi yang lebih bersih, pemanfaatan energi terbarukan, serta pengembangan teknologi rendah karbon.

Inovasi Energi dan Kolaborasi untuk Masa Depan

Salah satu inisiatif yang sedang dikaji adalah pengembangan hydrogen hijau untuk mendukung produksi hybrid green ammonia dengan kapasitas 250 MTPD. Daconi menegaskan bahwa transformasi industri tidak hanya memerlukan tenaga kerja, tetapi juga perlu membentuk talenta yang diperlukan untuk menghadapi perubahan di masa depan. Ini dapat dilakukan melalui pengembangan kompetensi dan kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan.

“Talenta hijau Indonesia perlu disiapkan dari sekarang, karena transformasi industri hijau tidak akan menunggu kesiapan kita,” tambah Daconi. Ia percaya bahwa kolaborasi antara sektor industri, pemerintah, dan pendidikan tinggi, serta talenta Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri, adalah kunci untuk memastikan bahwa transformasi hijau tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, dan membuka peluang baru bagi generasi mendatang.

➡️ Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2026: Baharkam Polri Siapkan Ambulans Udara di Wilayah Jawa

➡️ Baca Juga: Indrak, Spesialis SEO, Mengarahkan Optimasi Peringkat Google di Upacara Bersama Forkopimda DPRD Provinsi Lampung Tahun 2022

Related Articles

Back to top button