happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

slot depo 10k slot depo 10k
Pendidikan

Persiapkan 3 Bekal Penting untuk Mahasiswa yang Ingin Magang di Jepang

Kesempatan untuk melakukan magang di luar negeri, termasuk Jepang, merupakan langkah krusial bagi mahasiswa yang ingin meningkatkan kompetensi mereka sebelum terjun ke dunia kerja. Namun, untuk sukses dalam program ini, mahasiswa tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan akademis semata. “Kemampuan bahasa, kompetensi teknis, dan kesiapan mental merupakan tiga pilar penting yang harus dipersiapkan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja di negara tujuan,” ungkap Direktur Pemetaan Pasar Kerja Luar Negeri Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Devriel Sogia, dalam keterangannya. Oleh karena itu, bagi mahasiswa yang berniat mengikuti program magang di luar negeri, ada tiga bekal utama yang perlu dipersiapkan, sebagai berikut:

Kuasai Bahasa Jepang atau Bahasa Negara Tujuan

Pertama dan yang paling mendasar adalah penguasaan bahasa. Kemampuan berbahasa tidak hanya penting untuk komunikasi sehari-hari, tetapi juga untuk memahami instruksi pekerjaan di lingkungan profesional. Devriel menekankan bahwa peserta magang harus memenuhi syarat kemampuan bahasa yang ditentukan oleh perusahaan atau penyelenggara magang. Tanpa penguasaan bahasa yang memadai, peserta dapat mengalami kesulitan dalam menjalankan tugas dan beradaptasi dengan lingkungan baru.

“Bagaimana kita bisa bekerja dengan baik jika tidak memenuhi kualifikasi bahasa yang diperlukan oleh pemberi kerja?” tambahnya. Dalam konteks Jepang, pentingnya penguasaan bahasa semakin meningkat, terutama seiring dengan perubahan sistem pemagangan yang dijadwalkan berlaku mulai 1 April 2027. Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri (AP2LN) menilai bahwa penerapan sistem Ikusei Shuro memberikan peluang bagi mahasiswa untuk memperkuat pelatihan bahasa Jepang sebelum keberangkatan.

Pendidikan dan Sertifikasi Sebelum Keberangkatan

Ketua Umum AP2LN, Firman Budiyanto, menjelaskan bahwa perubahan ini harus diimbangi dengan peningkatan kualitas peserta sejak di dalam negeri. “Perubahan menuju sistem Ikusei Shuro adalah kesempatan bagi Indonesia untuk memperbaiki kualitas calon peserta pemagangan. Penguatan pendidikan, pelatihan bahasa Jepang, serta sertifikasi kompetensi sangat penting sebelum mereka berangkat,” katanya. Dengan persiapan yang baik, mahasiswa akan memiliki kepercayaan diri untuk berinteraksi dan bekerja dalam konteks profesional di Jepang.

Mental dan Sikap Adaptif yang Kuat

Selanjutnya, kemampuan teknis bukanlah satu-satunya modal yang dibutuhkan saat berada di negara asing. Mahasiswa perlu menyadari adanya perbedaan budaya, karakter masyarakat, dan iklim kerja di negara tujuan. Menurut Devriel, kemampuan beradaptasi merupakan tantangan yang dihadapi oleh pekerja Indonesia di luar negeri. “Berdasarkan pengalaman, pekerja migran dari Indonesia sering memerlukan waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dibandingkan dengan pekerja dari negara Asia Tenggara lainnya,” jelasnya.

Ia mencontohkan, pekerja migran dari Filipina, Vietnam, dan Thailand bisa beradaptasi dalam waktu sekitar tiga bulan, sementara pekerja Indonesia membutuhkan waktu enam hingga sembilan bulan. Oleh karena itu, mahasiswa yang ingin magang harus menyadari bahwa kehidupan dan budaya kerja di negara tujuan bisa sangat berbeda dengan di Indonesia. “Penting untuk memahami perbedaan karakteristik masyarakat dan kondisi dunia kerja di negara yang dituju,” imbuh Devriel.

Pastikan Kompetensi Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja

Hal ketiga yang perlu dipersiapkan adalah kompetensi. Mahasiswa tidak hanya harus memilih negara atau program magang yang diminati, tetapi juga memahami keterampilan yang dibutuhkan oleh industri di negara tersebut. AP2LN mencatat bahwa perubahan dalam sistem pemagangan Jepang melalui Ikusei Shuro akan semakin menekankan pengembangan kompetensi peserta. Sistem baru ini menggantikan Technical Intern Training Program (TITP) dan fokus pada pengembangan keterampilan serta pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia di Jepang.

Firman menambahkan bahwa perubahan ini memerlukan penguatan pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi kompetensi calon peserta sebelum keberangkatan. Dengan demikian, mahasiswa yang ingin magang ke Jepang harus mempersiapkan keterampilan yang relevan dengan bidang yang ingin mereka masuki. Persiapan ini akan menjadi modal utama untuk memenuhi standar kerja dan kebutuhan industri di Jepang.

Kesiapan Lembaga Penyelenggara dan Pemerintah

Penerapan sistem Ikusei Shuro tidak hanya menjadi perubahan bagi Jepang, tetapi juga momentum bagi Indonesia untuk memperbaiki kualitas pemagangan luar negeri. AP2LN, yang menaungi ratusan Lembaga Pelatihan Kerja-Sending Organization (LPK-SO), menekankan perlunya kesiapan dari semua pihak, mulai dari peserta, lembaga penyelenggara, hingga pemerintah. Firman menegaskan bahwa lembaga penyelenggara harus menyesuaikan standar pelatihan dan mekanisme program agar peserta Indonesia dapat mengikuti sistem baru di Jepang.

Sementara itu, AP2LN juga menyoroti pentingnya kepastian regulasi terkait pengelolaan pemagangan luar negeri. Perubahan kewenangan dari Kementerian Ketenagakerjaan kepada KP2MI perlu dibahas secara menyeluruh agar proses keberangkatan peserta, kerjasama dengan mitra di Jepang, dan perlindungan peserta yang berada di luar negeri tetap terjamin. Wakil Ketua Umum AP2LN, Arif Ramadhan, mengungkapkan bahwa pembinaan pemagangan dan perlindungan pekerja migran sama-sama penting dan harus dikoordinasikan antar kementerian.

Arif berharap agar penyelenggara pemagangan dapat dilibatkan dalam penyusunan kebijakan dan mekanisme transisi guna memastikan perubahan berjalan dengan baik dan mengutamakan kepentingan serta perlindungan peserta. Dengan persiapan yang matang, mahasiswa akan lebih siap dan mampu menghadapi tantangan ketika menjalani magang di Jepang.

➡️ Baca Juga: Gaji ke-13 ASN 2026: Jadwal Cair, Daftar Penerima, dan Besaran yang Diterima

➡️ Baca Juga: Kepolisian Menyampaikan Protes Terhadap Kerja Sama Miami dan GTA 6, Apa Penyebabnya?

Related Articles

Back to top button