Pemerintah Kota Bandung baru-baru ini menandai pencapaian positif di tingkat nasional, menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan layanan investasi nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Muhammad Farhan, Kota Bandung berhasil meraih penghargaan Terbaik Ketiga Nasional dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Pemerintah Daerah untuk tahun 2026. Penghargaan ini menjadi bukti nyata dari reformasi birokrasi dan upaya peningkatan kualitas pelayanan publik yang diusung oleh Pemkot Bandung.
Penerimaan Penghargaan
Penghargaan tersebut diberikan langsung kepada Wali Kota Farhan dalam acara Anugerah Layanan Investasi 2026 yang berlangsung di Auditorium Nusantara, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta Selatan, pada hari Selasa, 16 September 2026. Momen ini menjadi salah satu tonggak penting bagi Pemkot Bandung dalam upayanya menarik perhatian para investor.
Keterlibatan Tim Pemkot
Dalam acara tersebut, Wali Kota Farhan didampingi oleh Eric M Athauriq, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung, serta Tatang Muchtar, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung. Kehadiran tim ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Pentingnya Penghargaan Ini
Wali Kota Farhan menekankan bahwa penghargaan ini tidak hanya sekadar pencapaian, tetapi juga merupakan pengakuan atas dedikasi seluruh jajaran Pemkot Bandung. “Ini adalah bukti kerja keras kami dalam menyediakan layanan yang cepat, mudah, transparan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat maupun pelaku usaha,” ujar Farhan. Sikap ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan layanan investasi nasional.
Peran Investasi dalam Ekonomi Daerah
Menurut Wali Kota, investasi memiliki posisi yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Investasi tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kemudahan dalam berusaha harus tetap menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah
- Membuka lapangan pekerjaan
- Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
- Memastikan kemudahan berusaha
- Meningkatkan daya tarik investasi
Komitmen Pemkot Bandung terhadap Investor
Wali Kota Farhan menekankan pentingnya memberikan pelayanan terbaik bagi setiap investor yang datang ke Kota Bandung. “Kami berupaya memastikan bahwa proses perizinan menjadi lebih mudah dan kepastian usaha semakin meningkat. Dengan demikian, peluang investasi akan semakin besar,” tegasnya. Dampak positif dari upaya ini tentu dirasakan langsung oleh masyarakat melalui terbukanya lapangan kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi.
Motivasi untuk Terus Berinovasi
Penghargaan yang diraih menjadi motivasi bagi Pemkot Bandung untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi dalam pelayanan. “Kami tidak akan berhenti di sini. Penghargaan ini justru menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat integrasi digital, memangkas birokrasi yang tidak perlu, dan memastikan pelayanan publik lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia usaha,” tambahnya.
Proses Penilaian Kinerja
Sementara itu, Rudy Salahuddin, Sekretaris Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Sekretaris Utama BKPM, menjelaskan bahwa penilaian kinerja PTSP dan PPB bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan perizinan serta mendorong standarisasi layanan investasi di seluruh Indonesia. Penilaian ini melibatkan 571 objek penilaian, termasuk 25 kementerian/lembaga dan 546 pemerintah daerah yang mencakup 38 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota.
Metodologi Evaluasi
Proses evaluasi dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai instansi, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, Sekretariat Kabinet, Kementerian PANRB, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, serta Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD). Penilaian ini didukung oleh PT Surveyor Indonesia melalui tahapan self-assessment, verifikasi, dan uji petik lapangan.
Tantangan dalam Pelayanan Investasi
Rudy mengungkapkan bahwa hasil evaluasi menunjukkan adanya sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian, terutama dalam hal penguatan kompetensi sumber daya manusia pada layanan perizinan. Selain itu, peningkatan koordinasi lintas sektor juga diperlukan untuk menyelesaikan berbagai hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan berusaha di daerah.
Pentingnya Investasi untuk Pertumbuhan Ekonomi
Pada kesempatan yang sama, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslan, menekankan bahwa investasi merupakan instrumen kunci dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan adanya dukungan dan komitmen dari pemerintah daerah, diharapkan iklim investasi semakin membaik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Membangun Iklim Investasi yang Sehat
Pemkot Bandung berkomitmen untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Hal ini dilakukan dengan cara terus memperbaiki regulasi yang ada, memberikan informasi yang jelas dan mudah diakses, serta memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak terkait. Upaya ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investor untuk berinvestasi di kota ini, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Inovasi dalam Layanan Publik
Inovasi dalam layanan publik juga menjadi salah satu fokus Pemkot Bandung. Dengan memanfaatkan teknologi modern, diharapkan proses pengajuan perizinan menjadi lebih cepat dan efisien. Selain itu, platform digital akan memastikan transparansi dan akuntabilitas, yang merupakan aspek penting dalam membangun kepercayaan masyarakat dan investor.
Penguatan Kerjasama Lintas Sektor
Pemkot Bandung juga menyadari pentingnya kerjasama lintas sektor dalam meningkatkan layanan investasi. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Dengan bersinergi, berbagai tantangan dalam pelaksanaan investasi dapat diatasi secara efektif.
Peran Serta Masyarakat dalam Investasi
Masyarakat juga diajak untuk berperan aktif dalam proses investasi. Edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya investasi bagi pertumbuhan ekonomi daerah perlu dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga berperan sebagai pelaku yang mendukung iklim investasi yang sehat.
Menghadapi Tantangan di Masa Depan
Kota Bandung menghadapi berbagai tantangan di masa depan terkait dengan layanan investasi nasional. Dengan harapan untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan, Pemkot Bandung berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan investasi. Dengan kolaborasi dan komitmen semua pihak, diharapkan Kota Bandung dapat menjadi tujuan investasi yang lebih menarik.
Strategi Jangka Panjang untuk Investasi
Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemkot Bandung menyusun strategi jangka panjang yang mencakup pengembangan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan regulasi yang mendukung. Dengan rencana yang matang dan pelaksanaan yang konsisten, diharapkan Kota Bandung dapat menjadi salah satu kota unggulan dalam pelayanan investasi nasional.
Penutup
Penghargaan yang diterima oleh Pemkot Bandung dalam Anugerah Layanan Investasi 2026 adalah cerminan dari kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran pemerintah daerah. Dengan terus berupaya meningkatkan layanan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif, Kota Bandung siap untuk menyongsong masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi dan inovasi, Pemkot Bandung optimis bahwa tujuan untuk menjadi kota yang ramah investasi akan tercapai.
➡️ Baca Juga: Lebih dari 5.000 Peserta Meriahkan BrookFarm Almond Run 2026 di GBK
➡️ Baca Juga: Broker Senjata Tertutup di Rancaekek Memicu Kecurigaan Warga Sejak Dulu
