Mendorong IKM Kriya Naik Kelas dan Mendunia Menjelang HUT ke-46 Dekranas

Jakarta – Pertumbuhan industri kriya dan wastra di Indonesia menunjukkan potensi yang luar biasa sebagai bagian integral dari ekonomi kreatif nasional. Dengan kekayaan budaya yang melimpah, keberagaman material lokal, serta kreativitas yang dimiliki oleh para perajin, Indonesia memiliki keunggulan yang signifikan dalam menghasilkan produk kerajinan yang bernilai tinggi. Produk-produk ini tidak hanya memiliki daya saing di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing secara global.
Mendorong Peningkatan Kapasitas IKM Kriya
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas pelaku industri kecil dan menengah (IKM) kriya dan wastra. Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah untuk mendorong pelaku IKM agar mampu menciptakan produk yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkualitas serta sesuai dengan tuntutan pasar internasional.
Kegiatan Kick Off Menyambut HUT ke-46 Dekranas
Inisiatif ini terwujud lewat kegiatan Kick Off Road to HUT ke-46 Dekranas yang diadakan bersamaan dengan pembukaan webinar bertema “Cipta Kriya Berkelanjutan Perajin Mendunia”. Acara ini dilaksanakan pada 12 Maret 2026 dan menjadi langkah awal untuk memperkuat daya saing produk kriya serta wastra Indonesia.
Wakil Ketua Harian I Dekranas, Loemongga Kartasasmita, menegaskan bahwa kegiatan kick off bukan sekadar seremoni pembuka, tetapi juga menandai momentum penting dalam rangkaian kegiatan yang bertujuan memperkuat daya saing industri kriya dan wastra. Menurutnya, sektor kerajinan memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional.
Serangkaian Kegiatan untuk Memperkuat Dayasaing
Dalam rangka menyemarakkan perjalanan menuju ulang tahun ke-46, Kementerian Perindustrian, sebagai Ex-Officio Bidang Daya Saing Dekranas, menyelenggarakan berbagai kegiatan bermanfaat. Kegiatan ini mencakup webinar dan bimbingan teknis yang diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing produk kriya dan wastra Indonesia baik di tingkat nasional maupun internasional.
Loemongga juga menambahkan bahwa partisipasi dalam kegiatan ini melibatkan peserta dari berbagai daerah, termasuk Dekranasda provinsi serta kabupaten/kota, dan pelaku IKM kerajinan. Selain itu, webinar yang diadakan bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan pelaku IKM dalam mengembangkan produk kerajinan yang berkelanjutan dan kompetitif.
Harapan untuk Pelaku IKM
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi penguat semangat bagi para perajin dan pelaku IKM untuk terus meningkatkan kualitas produk serta memperluas akses pasar kriya dan wastra Indonesia,” ungkap Loemongga dengan penuh harapan.
Loemongga juga mengungkapkan bahwa sektor IKM kerajinan berkontribusi sebesar 2,10 persen terhadap industri pengolahan nonmigas. Sektor ini juga mampu menyerap sekitar 943 ribu tenaga kerja, yang setara dengan 9,01 persen dari total tenaga kerja IKM. Kinerja ekspor produk kerajinan pada tahun 2025 pun menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 15,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Potensi dan Tantangan Industri Kriya Nasional
Data tersebut mencerminkan betapa besarnya potensi yang dimiliki oleh industri kriya nasional, meskipun tantangan yang dihadapi semakin kompleks, terutama di era globalisasi dan digitalisasi. “Oleh karena itu, pelaku usaha kriya perlu terus berinovasi dengan menggabungkan kekayaan budaya Indonesia, kreativitas, serta pemanfaatan teknologi modern,” jelas Loemongga.
Webinar sebagai Sarana Diskusi
Kegiatan Kick Off Road To HUT Dekranas dilanjutkan dengan webinar yang menghadirkan narasumber dari berbagai bidang. Di antaranya adalah Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya, Dickie Sulistya Apriliyanto; Tiara Camilla dari Universitas Mahasaraswati Denpasar; serta Dr. Soelistiowati dari Universitas Ciputra Surabaya. Diskusi dalam webinar ini berfokus pada pengembangan kriya berkelanjutan dan strategi untuk memperkuat daya saing perajin Indonesia di pasar global.
Program Pembinaan Sepanjang Tahun
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dekranas, Reni Yanita, mengungkapkan bahwa kegiatan kick off ini juga menandai dimulainya berbagai program pembinaan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun dalam rangka merayakan HUT ke-46 Dekranas.
“Kegiatan ini mewakili sinergi antara Kemenperin dan Dekranas dalam mendorong pengembangan IKM kriya dan wastra nasional agar semakin kompetitif di pasar lokal maupun internasional,” jelas Reni.
Rangkaian Kegiatan Pembinaan
Reni menambahkan bahwa serangkaian kegiatan terdiri dari berbagai program pembinaan, termasuk webinar, bimbingan teknis, pendampingan teknis di sentra IKM, hingga partisipasi dalam pameran kerajinan nasional. Program-program ini mencakup pendampingan diversifikasi produk IKM anyaman rotan, kayu, dan kulit di sentra IKM Cirebon, pengembangan inovasi produk gerabah dan keramik di Purwakarta, serta pendampingan untuk sentra IKM bambu di Kalimantan Selatan dan bimbingan teknis IKM tenun di Kediri.
Fasilitasi Partisipasi dalam Pameran
Selain itu, pelaku IKM juga akan mendapatkan fasilitas untuk berpartisipasi dalam berbagai pameran kerajinan, termasuk Pameran HUT Dekranas ke-46 di Makassar serta Pameran Kriyanusa di Jakarta. Pameran tersebut menjadi sarana promosi yang sangat efektif untuk memperkenalkan produk kriya dan wastra Indonesia kepada publik yang lebih luas.
➡️ Baca Juga: Produksi Minyak di Kawasan Teluk Terpuruk Hampir 7 Juta Barel per Hari Akibat Krisis Selat Hormuz
➡️ Baca Juga: Netflix Resmi Luncurkan KPop Demon Hunters Musim Kedua untuk Penggemar Setia




