Dalam upaya membangun generasi muda yang kuat dan berkarakter, Laksamana Pertama TNI Dr. H. Asep Iwa Soemantri, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., baru-baru ini memberikan kuliah umum di sebuah sekolah menengah pertama (SMP). Di depan sekitar 400 siswa dan tenaga pengajar, ia mengangkat tema penting mengenai ‘Pengembangan Karakter Pendidik dan Peningkatan Kompetensi Siswa Didik’. Melalui kuliah ini, ia berusaha menyampaikan pesan yang krusial mengenai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, termasuk ancaman narkoba, judi, dan penyebaran hoaks.
Kisah Inspiratif Laksamana Pertama TNI
Dalam sesi kuliah umum tersebut, Asep membagikan pengalamannya yang luar biasa sebagai seorang lulusan SMP swasta yang berhasil meraih posisi tinggi di TNI AL. Ia kini menjabat sebagai Laksamana Pertama, sekaligus berprofesi sebagai doktor dan dosen. Cerita hidupnya menjadi cermin bagi siswa bahwa latar belakang pendidikan tidak menentukan kesuksesan seseorang.
“Pendidikan di sekolah swasta tidak seharusnya membuat seseorang merasa rendah diri. Kesuksesan diraih melalui proses yang panjang, ketekunan, dan semangat belajar yang tinggi. Tidak ada hasil yang instan, termasuk dalam meraih jabatan yang saya emban saat ini,” tegasnya. Pernyataan ini diharapkan dapat memotivasi para siswa untuk tidak menyerah dalam mengejar cita-cita mereka.
Tantangan Generasi Muda di Era Digital
Asep mencermati tantangan yang dihadapi oleh generasi muda di zaman modern, terutama terkait dengan penggunaan gawai yang berlebihan dan dampak negatif dari informasi yang beredar di media sosial. Ia menekankan pentingnya bagi siswa untuk membatasi penggunaan perangkat seluler agar proses belajar tidak terganggu.
Di era informasi yang serba cepat ini, Asep juga mengingatkan akan bahaya berita hoaks yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa. “Siswa harus lebih kritis dalam menerima informasi. Jangan mudah percaya pada berita yang belum jelas kebenarannya,” ungkapnya. Dengan demikian, siswa diharapkan dapat menjadi individu yang lebih bijak dalam memilih informasi yang mereka terima.
Pentingnya Cinta Tanah Air dan Bela Negara
Selain itu, Asep mendorong siswa untuk menanamkan rasa cinta terhadap tanah air dan semangat bela negara sejak dini. Menurutnya, pelajar saat ini adalah calon pemimpin bangsa di masa depan. “Membangun karakter yang kuat sangat penting untuk masa depan mereka,” tambahnya.
Oleh karena itu, ia mengajak siswa untuk membangun citra diri yang positif dengan menjauhi praktik-praktik negatif seperti narkoba, judi, pergaulan bebas, dan barang-barang terlarang lainnya. Membangun karakter yang baik adalah fondasi penting dalam menghadapi tantangan hidup.
Menjadi Siswa yang Siap Masuk TNI
Bagi siswa yang bercita-cita untuk bergabung dengan TNI, Asep menekankan pentingnya memiliki prestasi dan kompetensi tambahan. Ia menyarankan agar siswa aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti Paskibra, pencak silat, atau kompetensi di bidang komputer yang dapat menjadi nilai tambah saat mendaftar ke institusi militer.
“Militer masa depan akan sangat bergantung pada intelektualitas. Kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris, juga menjadi hal yang penting. TNI AL memiliki tugas yang berskala internasional, termasuk dalam program pelayaran Kartika Jala Krida,” jelasnya. Dengan demikian, siswa diharapkan mempersiapkan diri dengan baik untuk memenuhi tuntutan tersebut.
Adab dan Karakter dalam Militer
Asep mengingatkan bahwa dalam dunia militer, adab dan karakter harus selalu dijaga. Ia menjelaskan bahwa sifat-sifat seperti sidiq (kejujuran), amanah (kepercayaan), fathonah (kecerdasan), dan istiqomah (konsistensi) harus menjadi bagian dari karakter seorang prajurit. Selain itu, sopan santun terhadap orang tua dan guru juga harus tetap dijunjung tinggi.
“Disiplin di militer adalah tentang pengendalian diri dan bukan kekerasan fisik. Pembulian dan tindakan kekerasan sama sekali tidak diperkenankan. Kita fokus pada pembentukan karakter yang kokoh namun tetap beradab,” tegasnya. Ini menunjukkan bahwa militer bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga tentang etika dan moral yang baik.
Pentingnya Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter menjadi salah satu fokus utama dalam membentuk generasi muda yang berkualitas. Asep berpendapat bahwa karakter yang kuat akan membantu siswa dalam menghadapi berbagai tantangan hidup di masa depan. Dengan memiliki karakter yang baik, siswa tidak hanya menjadi individu yang sukses secara akademis, tetapi juga mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.
Siswa diharapkan untuk selalu memperhatikan nilai-nilai moral dan etika dalam kehidupannya. Hal ini penting agar mereka dapat menjadi teladan bagi teman-teman sebaya serta masyarakat luas. Membina karakter tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
Membangun Generasi yang Berintegritas
Untuk menciptakan generasi yang berintegritas, perlu adanya sinergi antara pendidikan formal dan non-formal. Asep mendorong peran serta orang tua dan masyarakat dalam mendukung pendidikan karakter anak. “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mendidik generasi muda agar menjadi pribadi yang berintegritas dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Pendidikan karakter yang baik dapat meminimalisir pengaruh negatif dari lingkungan sekitar. Dengan menanamkan nilai-nilai positif, siswa dapat terhindar dari praktik-praktik merugikan seperti narkoba, judi, dan hoaks. Ini adalah langkah penting dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi bangsa.
Kesimpulan
Kiranya, kuliah umum yang disampaikan oleh Laksamana Pertama TNI Dr. H. Asep Iwa Soemantri ini memberikan wawasan dan inspirasi bagi siswa untuk lebih bijak dalam menghadapi tantangan hidup. Dengan menanamkan karakter yang kuat dan menjauhi pengaruh negatif, para siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas, berdaya saing, dan siap membangun masa depan bangsa yang lebih baik.
➡️ Baca Juga: Rest Area Losarang Tawarkan Fasilitas Gratis untuk Pemudik, Simak Videonya
➡️ Baca Juga: Kolaborasi Otorita IKN dan IPB Panen Padi Gogo 20 Hektare di Nusantara dengan Sukses
