Kenaikan Harga BBM di Sri Lanka Menjadi 365 Rupee: Fakta dan Analisis

Minggu malam, Sri Lanka mengumumkan peningkatan harga bahan bakar ritel yang berlaku mulai Senin (9/3). Kenaikan ini merupakan respons terhadap fluktuasi harga minyak mentah global yang dipicu oleh konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Hal ini diungkapkan oleh perusahaan minyak negara, Ceylon Petroleum Corporation.

Kenaikan Harga BBM

Harga Auto Diesel telah ditingkatkan sebesar 22 rupee (dengan kurs 100 rupee Sri Lanka = Rp5.426) menjadi 303 rupee per liter. Sementara itu, Super Diesel juga mengalami kenaikan sebesar 24 rupee menjadi 353 rupee per liter.

Terjadi juga penyesuaian harga pada Bensin Oktan 92 dan Bensin Oktan 95. Harga Bensin Oktan 92 naik sebesar 24 rupee menjadi 317 rupee per liter, sementara harga Bensin Oktan 95 naik sebesar 25 rupee menjadi 365 rupee per liter.

Minyak tanah tidak luput dari kenaikan harga. Harga minyak tanah meningkat sebesar 13 rupee menjadi 195 rupee per liter.

Persediaan BBM Nasional

Ceylon Petroleum Corporation menyatakan bahwa persiapan telah dilakukan untuk memastikan pasokan BBM nasional hingga Agustus. Hal ini dilakukan melalui pengaturan tender jangka panjang oleh pemerintah.

Mayura Neththikumarage, Direktur Pelaksana Ceylon Petroleum Corporation, mengungkapkan pada Minggu (8/3) bahwa negara ini memiliki persediaan BBM yang cukup hingga akhir April berdasarkan pola konsumsi saat ini.

Analisis Kenaikan Harga BBM di Sri Lanka

Kenaikan harga BBM di Sri Lanka ini adalah dampak langsung dari konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah yang mempengaruhi harga minyak mentah global. Situasi ini menunjukkan betapa rentannya ekonomi global terhadap perubahan kondisi politik dan keamanan di kawasan penghasil minyak utama.

Kenaikan harga ini tentunya memberikan dampak bagi masyarakat Sri Lanka, terutama bagi mereka yang bergantung pada BBM untuk kegiatan sehari-hari. Meski demikian, pemerintah dan Ceylon Petroleum Corporation telah menyatakan bahwa persiapan telah dilakukan untuk memastikan pasokan BBM nasional hingga beberapa bulan mendatang.

Untuk menghadapi kenaikan harga BBM di Sri Lanka ini, masyarakat diharapkan dapat mengadaptasi pola konsumsi mereka. Selain itu, perusahaan-perusahaan juga perlu mencari alternatif energi lain yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

➡️ Baca Juga: Anya Geraldine Bagikan Kronologi Saat Mendengar Berita Duka Vidi Aldiano Meninggal Dunia

➡️ Baca Juga: Korban Tertimpa Pohon Tumbang di Cadas Pangeran, Jalur Sumedang Terhambat

Exit mobile version