Jakarta Mengalahkan Dhaka dan Tokyo Sebagai Kota Terpadat di Dunia dengan Jumlah Penduduk yang Mencengangkan

Jakarta telah mencatatkan prestasi yang mencolok di pentas dunia, namun kali ini bukan dalam konteks yang membanggakan. Berdasarkan laporan terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kota ini dinyatakan sebagai kota terpadat di dunia, sebuah pengakuan yang membawa berbagai tantangan bagi penduduknya.
Kepadatan Penduduk Jakarta yang Mencengangkan
Menurut data yang dirilis oleh PBB, Jakarta kini menduduki peringkat teratas sebagai kota dengan kepadatan penduduk tertinggi, dengan jumlah penduduk mendekati 42 juta orang. Dalam konteks ini, luas wilayah Jakarta yang tercatat hanya sekitar 660,98 kilometer persegi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2023, menunjukkan betapa padatnya kehidupan di kota ini.
Menariknya, Jakarta mengalahkan Dhaka, Bangladesh, yang berada di posisi kedua dengan 36,6 juta penduduk, serta Tokyo, Jepang, yang kini menempati urutan ketiga dengan 33,4 juta penduduk. Lonjakan penduduk Dhaka dari posisi kesembilan ke yang kedua menunjukkan dinamika urbanisasi yang pesat, dan PBB memperkirakan bahwa Dhaka berpotensi menjadi kota terbesar di dunia pada tahun 2050.
Penyebab Pertumbuhan Penduduk yang Pesat
Pertumbuhan populasi yang signifikan di Jakarta dan Dhaka dipicu oleh migrasi besar-besaran dari pedesaan menuju perkotaan. Di Bangladesh, perpindahan ini sering kali disebabkan oleh kesempatan ekonomi yang lebih baik dan dampak perubahan iklim yang mengakibatkan bencana seperti banjir dan kenaikan permukaan laut.
Di sisi lain, Jakarta juga menghadapi tantangan serupa. Ancaman penurunan tanah dan kenaikan permukaan laut membuat situasi semakin kritis. Diperkirakan, dalam waktu 25 tahun mendatang, sekitar seperempat dari wilayah kota ini akan terendam air jika tidak ada langkah pencegahan yang signifikan.
Proyeksi Masa Depan Jakarta
Selain tantangan yang ada, Jakarta tetap mengalami pertumbuhan yang signifikan. PBB memprediksi bahwa dalam 25 tahun ke depan, penduduk Jakarta akan bertambah hingga 10 juta orang, yang tentunya akan semakin memperparah kepadatan yang sudah ekstrem saat ini.
Definisi dan Metodologi Pengukuran Kota
Untuk konteks laporan ini, PBB menggunakan definisi baru untuk mengukur ukuran kota di berbagai negara. Kota diartikan sebagai aglomerasi yang berada dalam sel grid satu kilometer, dengan kepadatan minimal 1.500 orang dan total populasi tidak kurang dari 50 ribu. Metodologi ini berpotensi mengubah peringkat beberapa kota lainnya, seperti Teheran, yang meskipun memiliki 9 juta penduduk, kini menghadapi krisis air yang serius.
Daftar Kota Terpadat di Dunia
Berikut ini adalah daftar kota terpadat di dunia berdasarkan laporan terbaru:
- Jakarta, Indonesia: 41,9 juta penduduk
- Dhaka, Bangladesh: 36,6 juta penduduk
- Tokyo, Jepang: 33,4 juta penduduk
- New Delhi, India: 30,2 juta penduduk
- Shanghai, China: 29,6 juta penduduk
Daftar ini kemudian dilengkapi dengan kota-kota lain yang juga memiliki populasi yang sangat besar, antara lain:
- Guangzhou, China: 27,6 juta penduduk
- Manila, Filipina: 24,7 juta penduduk
- Kolkata, India: 22,5 juta penduduk
- Seoul, Korea Selatan: 22,5 juta penduduk
Dengan pertumbuhan penduduk yang pesat, Jakarta bukan hanya menjadi kota terpadat di dunia, tetapi juga menjadi contoh nyata tantangan urbanisasi yang dihadapi banyak negara. Upaya untuk mengatasi masalah ini akan menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan masyarakat, yang harus bekerja sama untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik.
➡️ Baca Juga: Terbukti Melanggar Kode Disiplin, Israel Dijatuhi Sanksi Denda Miliaran oleh FIFA
➡️ Baca Juga: iPhone 18 Pro Hadir dengan Fitur Menarik, Siap Menyongsong Kesuksesan Besar




