Irigasi Jabar Terhambat, DPRD Mendorong Pemprov Atasi Batas Kewenangan dengan Tegas

Di tengah tantangan yang dihadapi sektor pertanian di Jawa Barat, isu irigasi menjadi sorotan utama. Anggota DPRD Jawa Barat, Tetep Abdulatip, mengemukakan pentingnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengambil langkah tegas dalam menyelesaikan masalah jaringan irigasi yang terhambat. Masalah ini menjadi semakin mendesak, terutama dalam konteks kebutuhan petani yang sangat bergantung pada pasokan air untuk aktivitas pertanian mereka.

Pentingnya Kolaborasi Antarlembaga dalam Penyelesaian Irigasi

Dalam sebuah pernyataan di Bandung, Tetep menyebutkan bahwa momentum peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat seharusnya menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja sama antara berbagai lembaga. Menurutnya, kolaborasi ini sangat diperlukan untuk menangani persoalan irigasi yang selama ini terabaikan.

Ketidakpastian mengenai pasokan air menjadi masalah yang signifikan bagi para petani. Mereka tidak terlalu peduli dengan kompleksitas pembagian kewenangan yang melibatkan pemerintah pusat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemprov Jabar, serta pemerintah kabupaten/kota. Yang mereka inginkan hanyalah kepastian pasokan air untuk mendukung produksi pertanian mereka.

“Masyarakat dan para petani tidak perlu tahu siapa yang bertanggung jawab atas kewenangan ini. Yang mereka butuhkan adalah solusi nyata untuk masalah irigasi,” tegas Tetep.

Tantangan dan Kendala dalam Pengelolaan Anggaran Irigasi

Di sisi lain, meskipun anggaran untuk pembangunan dan pemeliharaan irigasi setiap tahun sudah dialokasikan dalam APBD, pelaksanaan di lapangan masih menemui berbagai kendala. Hal ini disebabkan oleh pembagian kewenangan yang tidak jelas sesuai dengan regulasi yang ada.

“Alhamdulillah, setiap tahun perhatian terhadap irigasi dalam APBD semakin baik. Namun, kita harus menyadari bahwa masih banyak yang perlu diselesaikan,” ungkapnya.

Dengan demikian, Tetep, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD Jabar, meminta Pemprov Jabar untuk tidak pasif menunggu respons dari instansi yang berwenang. Sebaliknya, Pemprov harus berperan aktif dalam mendorong penyelesaian masalah irigasi ini.

Inisiatif Kolaborasi Lintas Instansi

Dia mendorong Pemprov Jabar untuk menjadi penggerak dalam kolaborasi dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, BBWS, pemerintah kabupaten/kota, hingga sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Dalam pandangannya, pembangunan infrastruktur irigasi tidak dapat dilakukan secara terpisah. Pemprov Jabar diharapkan menjadi inisiator dan akselerator untuk menciptakan kolaborasi yang efektif di antara semua pemangku kepentingan.

Ancaman Alih Fungsi Lahan terhadap Infrastruktur Irigasi

Selain dari segi kewenangan, ancaman lain yang mengemuka adalah alih fungsi lahan yang dapat mengganggu fungsi infrastruktur pengairan daerah. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Tetep, yang menganggap bahwa Pemprov Jabar harus segera merumuskan strategi untuk memanfaatkan kembali aset-aset irigasi yang terdampak.

Langkah ini penting agar infrastruktur irigasi tetap memiliki nilai guna dan dapat mendukung ketahanan pangan di daerah. Dengan cara ini, diharapkan bisa mengurangi dampak negatif alih fungsi lahan terhadap sistem pengairan yang ada.

Sinergi untuk Memecahkan Masalah Irigasi

Fraksi PKS di DPRD Jabar berkomitmen untuk mendorong sinergi di antara berbagai pemangku kepentingan. Mereka percaya bahwa dengan kerja sama yang baik, kendala teknis dan administratif dalam pengelolaan irigasi dapat diminimalkan.

Tujuannya adalah agar manfaat dari jaringan pengairan dapat segera dirasakan oleh masyarakat, terutama para petani. Dengan dukungan dan kolaborasi yang kuat, diharapkan masalah irigasi di Jawa Barat dapat teratasi dengan lebih efektif dan efisien.

Pentingnya Peran Pemprov Jabar dalam Mengatasi Isu Irigasi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan keberhasilan pengelolaan irigasi. Dengan langkah-langkah yang tepat, Pemprov dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung kesejahteraan petani.

Melalui inisiatif kolaboratif dan pengambilan keputusan yang berani, Pemprov Jabar dapat menciptakan solusi yang tidak hanya menyelesaikan masalah irigasi tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah secara keseluruhan.

Keberanian untuk menerobos batas kewenangan administratif dan fokus pada kebutuhan nyata para petani akan menjadi kunci dalam menyelesaikan permasalahan ini. Hal ini sejalan dengan harapan masyarakat yang menuntut agar irigasi di Jawa Barat tidak lagi terhambat.

Dengan demikian, menjadi jelas bahwa irigasi di Jawa Barat bukan hanya sekedar masalah teknis, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan. Oleh karena itu, tindakan nyata dan segera diperlukan agar irigasi dapat berfungsi secara optimal.

Kesimpulan

Di tengah tantangan yang ada, DPRD Jawa Barat mendorong Pemprov untuk mengambil langkah konkret dalam menangani masalah irigasi. Melalui kolaborasi lintas instansi dan pengambilan keputusan yang tegas, diharapkan masalah irigasi di Jawa Barat dapat segera teratasi demi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan yang lebih baik.

➡️ Baca Juga: Tempat Penampungan Sementara dan Tantangan Pengelolaan Ruang Kota yang Efektif

➡️ Baca Juga: Bupati Gowa Luncurkan Gerakan Ayo Bersepeda untuk ASN Cegah Kemacetan

Exit mobile version