IHSG Dibuka Menguat ke 7.443, Potensi Technical Rebound Mulai Terlihat

<div>
Jakarta:<a href=”https://www.medcom.id/tag/174/ihsg”> Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)</a> membuka perdagangan dengan penguatan pada Selasa pagi. Indeks saham utama Indonesia tersebut naik 105,68 poin atau 1,44 persen ke level 7.443,05.<br/> <br/>
Penguatan ini menunjukkan potensi pemulihan setelah IHSG mengalami tekanan cukup dalam pada perdagangan sebelumnya.<br/> <br/>
Selain IHSG, indeks saham unggulan LQ45 juga mengalami kenaikan. Pada pembukaan perdagangan, indeks yang berisi 45 saham berkapitalisasi besar itu menguat 9,98 poin atau 1,33 persen ke posisi 760,56.
<h2>Sentimen positif dari Wall Street</h2>
Pergerakan positif IHSG juga dipengaruhi oleh sentimen global, khususnya dari bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street yang ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya.<br/><br/>
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,50 persen ke level 47.740,80. Sementara itu, indeks S&P 500 ditutup menguat 0,83 persen ke level 6.795,99, sedangkan Nasdaq Composite mencatat kenaikan paling tinggi yakni 1,38 persen ke level 22.695,94.<br/>
<table>
<tbody>
<tr>
<td>Baca juga: <a href=”https://www.medcom.id/ekonomi/keuangan/xkEdnq5b-pembukaan-hari-ini-ihsg-melemah-ke-level-7-240″>Pembukaan Hari Ini IHSG Melemah ke Level 7.240</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h2>IHSG sempat terkoreksi tajam</h2>
Pada perdagangan sebelumnya, Senin, 9 Maret 2026, IHSG sempat mengalami penurunan cukup signifikan.<br/> <br/>
Indeks ditutup melemah 3,27 persen ke level 7.337, bahkan sempat turun hingga 7.156 pada perdagangan intraday.<br/> <br/>
Tekanan terhadap pasar saham saat itu dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu distribusi minyak global.<br/> <br/>
Situasi tersebut mendorong harga minyak dunia melonjak hingga menembus US$100 per barel. <br/> <br/>
“Kondisi ini juga memicu kekhawatiran terhadap APBN Indonesia akibat potensi kenaikan subsidi energi,” jelas analis BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya yang dikutip pada Selasa, 10 Maret 2026.<br/> <br/>
Selain itu, sentimen domestik juga dipengaruhi oleh penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari yang tercatat berada di level 125,2.
<h2>Peluang rebound IHSG</h2>
Meski sempat mengalami tekanan, analis juga menyampaika IHSG diperkirakan memiliki peluang untuk melakukan technical rebound pada perdagangan selanjutnya.<br/> <br/>
Potensi pemulihan ini didorong oleh beberapa faktor, salah satunya koreksi harga minyak global setelah adanya rencana negara-negara G7 untuk melepas cadangan minyak strategis.<br/> <br/>
Di sisi lain, sejumlah saham di pasar juga sudah berada di area support dan kondisi oversold, yang secara teknikal membuka peluang penguatan.<br/> <br/>
“Secara teknikal, support IHSG berada di 7.200–7.300 dengan resistance di 7.400–7.500, sementara pasar juga menantikan rilis data Retail Sales Indonesia,” tulisnya.
<h2>Rekomendasi saham hari ini</h2>
Beberapa saham yang dinilai menarik untuk diperhatikan pada perdagangan selanjutnya antara lain:
<ol>
<li>PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)</li>
<li>PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)</li>
<li>PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)</li>
</ol>
<br/> <br/><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di
<a href=”https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMO3SgQswosT9Ag?ceid=ID:id&oc=3&hl=id&gl=ID\”>
<div>
<img src=”https://va.medcom.id/2024//default/images/gnews.svg”/>
</div>
<div>
Google News
</div>
</a></strong> <div>(ANN)</div> </div>
➡️ Baca Juga: Respons Afgan Terhadap Kritikan Sule yang Kontroversial di Rumah Duka Vidi Aldiano Menarik Perhatian
➡️ Baca Juga: Waspada Macet, 3 Stasiun KRL Ini Bakal Jadi Titik Paling Padat Saat Lebaran 2026



