Hama Padi Mengancam Hasil Panen, Pemkab Aceh Timur Siapkan Pestisida untuk Petani Agar Produktivitas Terjaga

Serangan hama padi merupakan ancaman serius bagi para petani, khususnya di wilayah Aceh Timur, di mana hama tikus mulai menyerang secara masif. Dalam menghadapi masalah ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura telah mengambil langkah proaktif dengan menyalurkan bantuan pestisida. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan produktivitas pertanian dapat terjaga demi kesejahteraan para petani setempat.

Langkah Pemerintah dalam Mengatasi Hama Padi

Kepala Bidang Perlindungan Tanaman Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Faisal Fahmi, mengungkapkan bahwa selain distribusi pestisida, pihaknya juga berupaya mendapatkan bantuan tambahan dari Pemerintah Aceh dan Kementerian Pertanian untuk menangani serangan hama ini. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan hama padi yang kian meningkat.

Faisal menjelaskan, keterbatasan pasokan pestisida menjadi salah satu tantangan utama dalam mengatasi hama tikus. Serangan dapat ditemukan di sejumlah wilayah, terutama di Kecamatan Madat, di mana luas area yang terinfeksi cukup signifikan.

Data Serangan Hama

Hingga saat ini, tercatat 129,5 hektare lahan pertanian di Aceh Timur telah diserang oleh hama tikus. Dari total tersebut, sebanyak 31 hektare mengalami puso atau gagal panen, yang tentunya berdampak besar pada pendapatan para petani.

Faisal menambahkan bahwa serangan hama tikus di Kecamatan Madat mulai terlihat sejak bulan Mei 2026. Dari total luas serangan, 72,5 hektare berada di Kecamatan Madat, yang menunjukkan besarnya dampak yang dirasakan petani di wilayah ini.

Penyebab dan Dampak Serangan Hama Tikus

Serangan hama tikus yang meluas ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah dampak dari banjir yang terjadi dan pola tanam padi yang tidak dilakukan secara bersamaan. Hal ini menciptakan kondisi yang memungkinkan hama tikus berpindah dengan mudah dan menyerang tanaman padi di berbagai areal persawahan.

Di Kecamatan Madat, serangan hama dikonfirmasi terjadi di sembilan gampong, dengan total luas tanam mencapai 662 hektare. Dari total tersebut, 72,5 hektare telah terinfeksi, dan 28 hektare di antaranya mengalami puso. Kondisi ini menunjukkan betapa seriusnya masalah hama padi yang dihadapi oleh petani.

Distribusi Pestisida untuk Mencegah Kerugian

Pestisida yang disalurkan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura diberikan kepada sejumlah kelompok tani. Misalnya, di Kecamatan Pante Bidari, pestisida jenis Kresnakom dibagikan kepada lima kelompok tani di Gampong Keupula Dua, masing-masing menerima delapan kilogram, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai 40 kilogram.

Bantuan ini juga diperluas untuk menangani serangan di Kecamatan Madat, khususnya di daerah Ulee Ateung dan Rambong Lop, dengan jumlah bantuan mencapai 20 kilogram pestisida. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam membantu petani yang terdampak hama padi.

Peran Petani dalam Pengendalian Hama

Faisal Fahmi menekankan bahwa pengendalian hama tikus tidak dapat sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah. Petani juga diharapkan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dan pengendalian mulai dari awal, bahkan sebelum penanaman padi dilakukan.

Ada beberapa cara yang dapat diambil untuk mencegah penyebaran hama tikus ke lahan lainnya:

Faisal menambahkan, penting bagi lahan pertanian untuk tetap bersih. Penanaman padi secara serentak dan pengendalian massal harus dilakukan secara kolaboratif. Jika pengendalian dilakukan secara individu, tikus yang diusir dari satu lahan dapat dengan mudah berpindah ke lahan petani lainnya.

Pentingnya Kerjasama dalam Menghadapi Hama Padi

Kerjasama antara pemerintah, petani, dan pihak terkait lainnya sangat penting dalam menghadapi masalah hama padi ini. Dengan adanya bantuan pestisida dari pemerintah, serta peran aktif petani dalam menjaga lingkungan dan melakukan pengendalian hama, diharapkan serangan hama padi dapat diminimalisir dan produktivitas pertanian tetap terjaga.

Keberhasilan dalam mengendalikan hama padi akan berdampak positif tidak hanya pada hasil panen, tetapi juga pada kesejahteraan ekonomi para petani. Oleh karena itu, kesadaran dan inisiatif kolaboratif sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan ini secara efektif.

➡️ Baca Juga: Telkom Dukung Ekonomi Inklusif Melalui Pendampingan dan Pemberdayaan Perempuan UMKM

➡️ Baca Juga: Lirik Lengkap Lagu BiiiG – BIGBANG Beserta Makna dan Terjemahannya yang Jelas

Exit mobile version