Gubernur Mirza: Dunia Usaha Sebagai Mitra Strategis dalam Pembangunan Ekonomi

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan dunia usaha, terutama melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Ia berpendapat bahwa CSR harus lebih dari sekadar bantuan; seharusnya menjadi bagian integral dari ekosistem dan orkestrasi pembangunan daerah. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan dampak yang signifikan bagi masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur Mirza dalam acara Sinergi dan Kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan Dunia Usaha yang diselenggarakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung pada tanggal 8 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menekankan bahwa pembangunan daerah harus memiliki arah yang jelas dan tidak terpisah dari tujuan nasional.
Tujuan-tujuan ini meliputi perlindungan terhadap seluruh bangsa Indonesia, peningkatan kesejahteraan umum, pendidikan yang lebih baik, serta partisipasi dalam menciptakan ketertiban dunia. Gubernur Mirza menegaskan bahwa semangat ini sejalan dengan amanat Pasal 33 ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan bahwa perekonomian harus dibangun sebagai usaha bersama.
Pentingnya Peran Dunia Usaha
Gubernur menegaskan bahwa dunia usaha memegang peranan krusial dalam pembangunan ekonomi. Sebagian besar pertumbuhan ekonomi dihasilkan dari aktivitas sektor swasta. Ia merujuk pada proyeksi pertumbuhan ekonomi Lampung yang diperkirakan mencapai 5,28 persen pada tahun 2025, yang didorong oleh berbagai sektor seperti pertanian, industri, perdagangan, transportasi, serta informasi dan komunikasi.
Pertumbuhan ekonomi ini menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi tidak hanya dipacu oleh belanja pemerintah, tetapi juga oleh kontribusi dunia usaha dan masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan dunia usaha untuk bergerak secara sinergis dan menyelaraskan program-program mereka agar dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Program CSR yang Terintegrasi
“Program pemerintah perlu diselaraskan dengan arah negara. Begitu pula dengan program CSR dan Forum CSR yang harus memiliki keselarasan, sehingga semua pihak dapat memberikan dampak yang lebih baik,” ujar Gubernur Mirza. Ia menjelaskan bahwa visi Pemerintah Provinsi Lampung adalah “Bersama Lampung Maju Indonesia Emas,” yang menekankan pentingnya kolaborasi antara semua pihak.
Menurutnya, keterbatasan anggaran pemerintah membuat pembangunan tidak bisa dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah saja. Dalam konteks ini, arah pembangunan dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan dunia usaha perlu dikonsolidasikan agar bergerak menuju tujuan yang sama.
Inisiatif Desaku Maju
Salah satu inisiatif yang diungkapkan adalah program Desaku Maju, yang berfungsi sebagai ruang kolaborasi untuk CSR. Program ini mencakup penyediaan Pupuk Hayati Cair (PHC), bed dryer, penguatan vokasi, serta kelembagaan ekonomi desa melalui BUMDes dan koperasi, serta pembangunan infrastruktur jalan desa.
- Peningkatan produktivitas pertanian melalui PHC yang ditargetkan mencapai 15-20 persen.
- Pengadaan mesin pakan dan DOC ayam untuk mendukung sektor peternakan.
- Penguatan kelembagaan ekonomi desa untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
- Pembangunan jalan desa untuk akses yang lebih baik.
- Program vokasi untuk meningkatkan keterampilan masyarakat.
Gubernur Mirza memberikan contoh bagaimana kolaborasi CSR dapat terintegrasi dalam program Desaku Maju. Dengan dukungan dari perusahaan, seperti bantuan mesin pakan dan DOC ayam, program pemerintah yang meliputi PHC, dryer, dan vokasi dapat saling memperkuat. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi desa.
Dukungan Dunia Usaha untuk Desa Wisata
Mirza juga mendorong keterlibatan dunia usaha dalam pengembangan desa wisata budaya. Pemerintah Provinsi Lampung telah memilih sejumlah desa untuk dikembangkan dengan menghidupkan kembali identitas, sejarah, budaya, serta produk masyarakat. Dalam konteks ini, Gubernur berharap Forum CSR dapat berkontribusi dalam pengembangan desa-desa tersebut.
Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha diarahkan untuk mengubah paradigma CSR dari sekadar kegiatan bantuan menjadi investasi sosial yang berkelanjutan, pemberdayaan, dan kolaborasi. “Dunia usaha perlu dilibatkan sebagai bagian dari ekosistem pembangunan Provinsi Lampung. CSR tidak boleh dianggap sebagai kegiatan tambahan bagi perusahaan, melainkan bagian dari orkestrasi pembangunan daerah,” tegasnya.
Arah Pembangunan yang Jelas
Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen menyediakan arah pembangunan, data, regulasi, dan fasilitasi, sementara dunia usaha diharapkan memberikan sumber daya, inovasi, teknologi, keahlian, jaringan, dan program CSR. Untuk memastikan kontribusi dunia usaha selaras dengan prioritas pembangunan daerah, Pemprov Lampung telah menyusun Planbook CSR 2026-2030.
Planbook ini berfungsi untuk memberikan kepastian arah program, memastikan keterpaduan, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas. Gubernur Mirza mengajak agar CSR dapat dipadukan dengan program pemerintah untuk menghasilkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Nilai-nilai Kemanusiaan dalam Pembangunan
Semangat kolaborasi ini sejalan dengan nilai Sakai Sambayan, yang berarti saling membantu dan saling menguatkan. Gubernur menekankan bahwa pembangunan bukan hanya tentang siapa yang paling banyak bekerja, tetapi bagaimana semua pihak bergerak bersama. “Inilah nilai Sakai Sambayan yang ingin kita hidupkan dalam Forum CSR,” ujarnya.
Gubernur juga mengajak semua pihak untuk memperkuat sinergi dan kemitraan dalam pembangunan Lampung, karena kolaborasi yang baik akan menghasilkan pembangunan yang semakin hebat. “Mari kita kuatkan sinergi dan kemitraan untuk mencapai tujuan bersama,” pungkasnya.
➡️ Baca Juga: Fariz RM Memilih Menolak Jadi Dewan Pembina Organisasi Ahmad Dhani Karena Alasan Kelelahan
➡️ Baca Juga: Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Mendorong Pertamina Segera Selesaikan Masalah Antrean BBM



