Gaia Music Festival 2026 menjadi saksi penampilan spektakuler dari GIGI, yang mengakhiri rangkaian acara tersebut dengan menjadi headliner utama pada malam hari Sabtu, 15 Agustus 2026. Dalam penampilan yang berbeda dari biasanya, Armand Maulana dan rekan-rekannya mempersembahkan GIGI Jazz Project, sebuah proyek spesial yang disajikan dengan nuansa jazz di panggung Amphitheatre, The Gaia Hotel, Bandung. Memulai penampilan sekitar pukul 22.10 WIB, GIGI yang terdiri dari Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bas), dan Gusti Hendy (drum) membuka konser dengan lagu ikonik mereka, “Nakal,” yang merupakan bagian dari album kesepuluh GIGI, Peace, Love ‘n Respect yang dirilis pada tahun 2007.
Persembahan Istimewa GIGI Jazz Project
Setelah “Nakal,” GIGI melanjutkan penampilan mereka dengan dua lagu lainnya, “Janji” dan “Don’t Stop,” yang diaransemen dengan sentuhan jazz yang segar. Penampilan ini semakin kaya dengan kehadiran beberapa session player, di antaranya pemain saksofon Damez Nababan. Sebelum melanjutkan ke lagu “Menari-Nari” dari album terbaru mereka, Forever In The Air (2025), Armand Maulana menyambut para penonton yang memenuhi area Amphitheatre. Dalam sambutannya, ia menjelaskan konsep GIGI Jazz Project yang diusung malam itu.
Mengawali Dengan Jargon Jazz
Armand membuka dengan sapaan akrab, “Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Gaya Music Festival! Tagline di poster menyebut ‘GIGI Jazz Project’. Semoga aransemen ini diterima sebagai salah satu genre jazz,” ucapnya. Ia kemudian memperkenalkan para personel dan musisi pendukung yang terlibat dalam proyek ini. Dengan gaya khasnya, Armand melontarkan candaan mengenai latar belakang musik jazz yang dimiliki para personel GIGI. “GIGI tidak terlalu malu kalau GIGI Jazz Project, meski aransemen kami banyak yang tidak sepenuhnya jazz. Budjana sudah cukup jazz, kan? ‘Nakal’ tadi masuk jazz atau tidak? Oke, mari kita lanjutkan ke Hendy yang juga memiliki proyek jazz progresif, Ligro, bersama Agam dan Adi. Thomas Ramdhan di bas! Ini semua sangat tidak jelas, kan? Rio, Damez, Richi! Jarang GIGI mengundang bintang tamu, sayang, duitnya kebagi-bagi terus,” katanya dengan tawa.
Menari-Nari: Lagu Tentang Kehidupan
GIGI kemudian membawakan “Menari-Nari,” lagu yang mengisahkan perjalanan hidup dari masa lalu, saat ini, hingga masa depan. Armand menjelaskan, “‘Don’t Stop’ adalah lagu dari album terbaru kami, Forever In The Air, yang kami ciptakan saat jalan-jalan ke New York. Dan lagu ini, ‘Menari-Nari’, juga dari album yang sama. Liriknya menggambarkan kehidupan, dari yang telah berlalu hingga yang akan datang. Semoga kita semua diberikan kehidupan yang berkah oleh Allah SWT. Amin.” Setelah itu, mereka melanjutkan dengan penampilan lagu “Menari-Nari” dan diikuti oleh salah satu hits lama mereka, “Andai.”
Sentuhan Jazz pada “Pintu Sorga”
Salah satu momen mengejutkan dalam GIGI Jazz Project adalah penampilan “Pintu Sorga.” Lagu religi ini, yang menjadi bagian penting dalam perjalanan musik GIGI, dibawakan kembali dengan aransemen jazz yang memukau. Sebelum menyanyikannya, Armand menjelaskan latar belakang lagu yang diambil dari album Perdamaian. “Lagu ini bisa dibilang terinspirasi dari lagu folkor Suriah. Jadi, saat diaransemen, kami menambahkan elemen dari GIGI, sehingga bisa dibilang ciptaannya setengah-setengah. Lumayanlah untuk royalti-nya,” tuturnya. Armand juga mengungkapkan bahwa lirik lagu ditulis oleh Om Taufiq Ismail, seorang penulis legendaris dalam musik religi, yang membuat lagu ini sangat berarti bagi mereka.
Ekspresi Jazz yang Lebih Dalam
Setelah “Pintu Sorga,” GIGI melanjutkan eksplorasi musik mereka dengan membawakan lagu “Melayang.” Dalam penampilan ini, Thomas, Budjana, dan Damez berkesempatan melakukan jamming di atas panggung, menunjukkan keahlian mereka dalam permainan musik jazz yang improvisatif.
Interaksi dengan Penonton
Setelah sesi jamming, GIGI kembali mengajak penonton untuk bernyanyi bersama melalui deretan lagu-lagu populer mereka, seperti “11 Januari” dan “Jomblo.” Penampilan mereka mencapai puncaknya ketika membawakan lagu “Ya Ya Ya,” yang mengundang antusiasme luar biasa dari penonton.
Pentingnya Royalti dan Dukungan Terhadap Musik
Di penghujung penampilan, Armand menyampaikan apresiasinya kepada Gaia Music Festival, yang dinilainya sangat mendukung seni dan musik dengan menggelar festival berbayar. Ia menekankan pentingnya promotor untuk memenuhi kewajiban terkait royalti dan lisensi musik. “Terima kasih kepada festival musik berbayar seperti ini. Jika terlalu banyak yang gratis, ekosistem musik kita bisa terganggu. Tidak masalah jika ada satu atau dua yang gratis, tetapi yang berbayar membantu kita menyadari betapa pentingnya menghargai karya seni di Indonesia. Jangan lupa bayar LMK-nya ya, para promotor!,” ungkapnya dengan nada bercanda.
Pesan Penutup yang Menginspirasi
GIGI menutup malam terakhir Gaia Music Festival 2026 dengan pesan yang sejalan dengan semangat album Peace, Love ‘n Respect. “Jaga perdamaian, cinta, dan hormat untuk Indonesia. Wabillahi taufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutup Armand.
➡️ Baca Juga: Alun-alun Bandung Resmi Dibuka pada 17 Agustus oleh Pemkot Bandung
➡️ Baca Juga: Laptop Berkualitas untuk Mahasiswa: Performa Tinggi dan Harga Terjangkau
