DeadSquad Terjebak di Irlandia, Mantan Bassist Kirimkan Doa untuk Mereka

Jakarta – Baru-baru ini, situasi yang tidak menguntungkan menimpa tiga band metal ekstrem Indonesia, yaitu Jasad, Death Vomit, dan DeadSquad, yang tengah menjalani tur Eropa bertajuk Cataclysmic Summer Tour 2026. Rangkaian konser mereka yang dijadwalkan di Cork, Irlandia, dan London, Inggris, terpaksa dibatalkan akibat ketidakpuasan terhadap promotor mereka, Diablo Productions. Ketidakmampuan promotor untuk memenuhi tanggung jawab yang telah disepakati menyebabkan rombongan yang terdiri dari 16 orang ini terjebak dalam kondisi yang tidak pasti di Dublin.

Dalam situasi yang menegangkan ini, semua anggota rombongan harus menghadapi dinginnya cuaca Irlandia tanpa akomodasi yang memadai. Namun, di tengah kesulitan tersebut, bantuan muncul dari Ailsa Dempsey, seorang warga diaspora Indonesia yang tinggal di Irlandia. Ia dengan sukarela membuka rumahnya untuk menampung para musisi dan kru, memberikan mereka tempat berlindung sementara menunggu kejelasan mengenai kelanjutan tur mereka. Dukungan dari Ailsa menunjukkan solidaritas yang kuat dari komunitas Indonesia di luar negeri dan menambah harapan di tengah situasi yang sulit ini.

Reaksi Shadu Rasjidi

Shadu Rasjidi, mantan bassist dari DeadSquad, turut memberikan dukungan moril kepada ketiga band tersebut. Melalui akun Instagram pribadinya, ia menyampaikan doa dan harapan agar Jasad, Death Vomit, dan DeadSquad dapat melewati masa sulit ini dengan baik. “Sukses dan lancar buat Jasad, Death Vomit, dan DeadSquad,” ungkapnya dalam unggahan yang dibuat pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Shadu berharap agar rangkaian tur ini dapat dilanjutkan dengan baik dan semua anggota serta kru bisa kembali ke Indonesia dengan selamat. “Apapun yang terjadi, semoga Allah memberikan kelancaran untuk tur ini dan yang terpenting semua lekas pulang ke Indonesia tanpa kekurangan apapun,” tambahnya. Ia juga berdoa agar setiap langkah perjalanan ketiga band tersebut senantiasa mendapat perlindungan. “Semoga Tuhan selalu menyertai para personil dan perjalanan mereka,” tutup Shadu dengan penuh harapan.

Perjalanan Shadu Bersama DeadSquad

Shadu Rasjidi sebelumnya memutuskan untuk meninggalkan DeadSquad pada 9 Juli 2025. Dalam pernyataan resmi yang disampaikannya melalui Instagram, ia mengungkapkan bahwa setelah empat tahun berkecimpung dalam dunia musik death metal, ia merasa belum menemukan kenyamanan musikal yang diinginkannya selama berada di band tersebut. Keputusan ini memberikan jalan bagi Shadu untuk bergabung dengan band baru bernama Infernal Lamentations, yang berfokus pada genre technical deathcore.

Infernal Lamentations kini diperkuat oleh Agustinus Widi Nugroho sebagai vokalis, Agus “Gung Sincan” Mahardika di posisi gitar, Oki Fadhlan Pamungkas sebagai drummer, dan Shadu Rasjidi sebagai bassist. Dengan latar belakang musik yang beragam, band ini diharapkan dapat memberikan warna baru dalam industri musik metal di Indonesia.

Situasi Tur yang Sulit

Tidak dapat dipungkiri, pengalaman tur yang dialami oleh Jasad, Death Vomit, dan DeadSquad adalah gambaran nyata dari tantangan yang sering dihadapi oleh musisi independen saat menjalani tur di luar negeri. Keberanian dan dedikasi mereka untuk menjangkau penggemar di berbagai negara harus diimbangi dengan manajemen yang baik dari promotor. Ketidakpuasan terhadap promotor Diablo Productions menjadi pelajaran penting bagi musisi lainnya untuk lebih selektif dalam memilih mitra kerja saat merencanakan tur internasional.

Di samping itu, pengalaman ini juga menunjukkan betapa pentingnya jaringan dan dukungan dari komunitas internasional. Keberadaan Ailsa Dempsey sebagai penyelamat sementara di Irlandia adalah contoh indah dari solidaritas yang dapat terjalin di antara sesama musisi dan penggemar, terlepas dari batasan geografis.

Peran Komunitas dalam Mendukung Musisi

Komunitas musik di berbagai belahan dunia sering kali menjadi kekuatan pendorong yang membantu para musisi melewati masa-masa sulit. Dalam kasus ini, dukungan yang diberikan oleh Ailsa Dempsey kepada para anggota band yang terjebak di Irlandia mencerminkan betapa kuatnya ikatan yang dapat terbentuk dalam komunitas. Berikut adalah beberapa cara komunitas dapat berperan dalam mendukung musisi:

Harapan untuk Masa Depan

Saat ini, harapan terfokus pada kelanjutan perjalanan tur Jasad, Death Vomit, dan DeadSquad. Doa dan dukungan dari para penggemar serta komunitas musik di seluruh dunia menjadi sangat berarti. Dengan semangat dan kekuatan yang ada, diharapkan mereka dapat segera melanjutkan konser mereka dan memberikan penampilan yang terbaik untuk para penggemar yang telah menunggu.

Situasi ini juga menjadi pengingat bagi semua orang bahwa di balik setiap pertunjukan dan tur, ada kerja keras dan dedikasi yang tidak terhitung jumlahnya. Musisi, manajer, dan kru bekerja sama untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi para penggemar. Semoga dengan adanya dukungan dari banyak pihak, perjalanan tur ini dapat kembali ke jalurnya dan semua dapat pulang dengan selamat.

Dalam dunia musik, setiap tantangan yang dihadapi adalah peluang untuk tumbuh dan belajar. Dengan pengalaman ini, Jasad, Death Vomit, dan DeadSquad diharapkan dapat kembali lebih kuat dan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Keberanian dan komitmen mereka untuk terus berkarya adalah contoh nyata dari semangat yang harus dimiliki oleh setiap musisi.

➡️ Baca Juga: Syarat Perpanjangan STNK Tanpa KTP Pemilik Lama yang Berlaku di Seluruh Indonesia pada 2026

➡️ Baca Juga: HUT ke-80 Kodam Siliwangi Menghadirkan Pameran dan Lelang Lukisan Bulu Firdaus

Exit mobile version