Cegah Banjir, Sudin SDA Jaksel Keruk Lumpur dan Sampah di Kali Cideng untuk Lingkungan Bersih

Jakarta – Peningkatan intensitas curah hujan yang kerap melanda Jakarta telah menjadi sorotan utama, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Untuk mengatasi tantangan ini, Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan (Sudin SDA Jaksel) telah melakukan langkah proaktif dengan pengerukan lumpur dan sampah di Kali Cideng. Kegiatan ini berfokus pada segmen Jalan Patra Kuningan yang melintasi Kecamatan Tebet dan Setiabudi, dengan tujuan utama untuk mencegah banjir yang sering terjadi di kawasan tersebut.
Pentingnya Pengerukan untuk Mencegah Banjir
Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan, Santo, menegaskan bahwa pengerukan ini merupakan bagian dari upaya pemeliharaan dan peningkatan kapasitas aliran kali. Tujuannya adalah untuk mengurangi sedimentasi yang dapat menghambat aliran air dan, pada gilirannya, mendukung langkah pencegahan banjir di Jakarta Selatan. Dengan kondisi yang terus berubah akibat urbanisasi dan perubahan iklim, tindakan ini menjadi semakin mendesak.
Pengerukan yang dimulai sejak September 2025 ini bertujuan untuk mencegah terjadinya pendangkalan yang dapat berakibat fatal. Hingga saat ini, sebanyak 2.428 meter kubik sedimen lumpur dan sampah telah berhasil diangkat dari area tersebut. Ini adalah langkah awal yang signifikan dalam upaya menjaga kelancaran aliran air di Kali Cideng.
Proses Pengerukan yang Terencana
Proses pengerukan ini masih berlangsung dan melibatkan penggunaan empat unit alat berat serta lima unit truk pengangkut (dump truck). Setiap truk yang digunakan memiliki kapasitas angkut sekitar lima hingga delapan meter kubik per rit, memungkinkan pengangkutan material yang lebih efisien. Dengan begitu, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses ini dapat diminimalkan.
- Pengerukan dimulai sejak September 2025.
- 2.428 meter kubik lumpur dan sampah telah diangkat.
- Empat unit alat berat dan lima truk pengangkut digunakan.
- Setiap truk memiliki kapasitas angkut 5-8 meter kubik.
- Proses pengerukan bertujuan untuk mempercepat aliran air.
Santo menegaskan bahwa seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat proses pengerukan dan memastikan hasil yang maksimal. Dengan demikian, diharapkan aliran Kali Cideng dapat menjadi lebih lancar dan dapat meminimalkan potensi genangan serta banjir, terutama saat curah hujan tinggi yang sering terjadi di Jakarta.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan
Selain upaya dari pemerintah, peran masyarakat juga sangat penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Santo mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam saluran air dan kali. Praktik ini tidak hanya akan membantu dalam mencegah banjir, tetapi juga menjaga kualitas lingkungan hidup yang lebih baik.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan pentingnya tidak mengokupasi daerah aliran sungai (DAS). Dengan menjaga kebersihan dan tidak merusak ekosistem di sekitar sungai, masyarakat dapat berkontribusi dalam pencegahan banjir yang lebih efektif. Lingkungan yang bersih akan menghasilkan aliran air yang lebih baik, yang pada gilirannya mengurangi risiko banjir.
Target dan Harapan ke Depan
Dalam rencananya, Sudin SDA Jaksel menargetkan pengerukan kali dan saluran air ini dapat selesai pada tahun ini. Santo berharap dukungan masyarakat dapat terus mengalir, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan partisipasi aktif dari warga, proses pengerukan ini diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
- Target pengerukan selesai tahun ini.
- Dukungan masyarakat sangat diharapkan.
- Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan.
- Partisipasi aktif akan mempercepat penyelesaian proyek.
- Lingkungan bersih mendukung upaya pencegahan banjir.
Sudin SDA Jaksel mencatat bahwa upaya pengerukan kali dan saluran air telah terbukti efektif dalam mempercepat proses surutnya genangan air. Di sejumlah wilayah, pengerukan ini dapat memperpendek waktu surut banjir hingga tiga jam, sebuah pencapaian yang sangat signifikan dalam konteks pengelolaan bencana di Jakarta.
Strategi Pengendalian Banjir yang Lebih Besar
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran yang substansial, sebesar Rp3,64 triliun, untuk pengendalian banjir dan juga Rp18,25 miliar untuk sistem pengendalian banjir dalam Tahun Anggaran (TA) 2026. Ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam menangani masalah banjir yang menjadi masalah kronis di Ibukota.
Pembangunan infrastruktur yang lebih baik, pengelolaan saluran air yang efektif, dan program-program edukasi masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan adalah bagian dari strategi jangka panjang yang direncanakan. Dengan begitu, diharapkan Jakarta dapat menjadi kota yang lebih bersih dan aman dari ancaman banjir.
Kesimpulan
Pengerukan lumpur dan sampah di Kali Cideng oleh Sudin SDA Jaksel adalah langkah penting dalam upaya pencegahan banjir di Jakarta Selatan. Dengan dukungan dari masyarakat dan pengelolaan yang baik, diharapkan kota ini dapat terbebas dari masalah banjir yang sering mengganggu kehidupan sehari-hari. Mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan demi masa depan yang lebih baik.
➡️ Baca Juga: Keluarga Besar Kodaeral IV Adakan Nobar Film The Hostage’s Hero Secara Serentak
➡️ Baca Juga: Latihan Kebugaran Efektif untuk Menjaga Fleksibilitas Tubuh Seiring Bertambahnya Usia



