Pemkab Lamsel dan 10 Perusahaan Salurkan Bantuan bagi 1.175 KK Korban Banjir di Empat Kecamatan

Dalam menghadapi dampak banjir yang baru-baru ini terjadi, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah bergerak cepat. Melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan, mereka dengan segera menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena dampak di empat kecamatan.
Aksi Cepat Pemkab Lampung Selatan dan 10 Perusahaan
Pada hari Minggu, 8 Maret 2026, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan sepuluh perusahaan yang berpartisipasi telah menyalurkan bantuan kepada 1.175 kepala keluarga yang menjadi korban banjir. Bantuan ini berupa beras dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), dimana setiap keluarga mendapatkan bantuan sebanyak 10 kilogram.
Penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan segera. Penyaluran dilakukan serentak di empat kecamatan, yaitu Jati Agung, Tanjung Bintang, Tanjung Sari, dan Natar.
Penyaluran Bantuan di Empat Kecamatan
Di Kecamatan Jati Agung, bantuan dikonsentrasikan di Kantor Camat Jati Agung dan diserahkan secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto. Sementara itu, di Kecamatan Tanjung Bintang, penyaluran bantuan dilakukan di Desa Jatibaru. Di Kecamatan Tanjung Sari, bantuan dipusatkan di Kantor Camat Tanjung Sari, dan di Kecamatan Natar, bantuan disalurkan di Desa Sidosari.
Menurut data dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan, Kecamatan Jati Agung adalah kecamatan dengan jumlah penerima bantuan terbanyak, yaitu 865 KK. Disusul oleh Kecamatan Natar dengan 143 KK, Kecamatan Tanjung Bintang dengan 117 KK, dan Kecamatan Tanjung Sari dengan 50 KK.
Bantuan Berupa Kebutuhan Pokok
Masyarakat tidak hanya menerima bantuan berupa beras, tetapi juga berbagai kebutuhan pokok lainnya. Beberapa di antaranya adalah telur, mi instan, roti, makanan siap saji, lauk pauk siap saji, kasur, selimut, pakaian dewasa, sampai paket peralatan dapur.
Supriyanto, sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan selalu hadir dan berupaya memberikan bantuan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
Peran Perusahaan dalam Penyaluran Bantuan
Dalam penyaluran bantuan ini, pemerintah daerah juga bekerja sama dengan sejumlah perusahaan di Lampung Selatan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Ada 10 perusahaan yang berkontribusi dalam aksi kemanusiaan ini, antara lain Senaya, PT Konverta Mitra Abadi, ASDP, BBJ, PT Optima Nusa Tujuh, PT Natar Gerbang Angkasa, PT Charoen Pokphand Feedmill Lampung, Starlight Cabin, Krakatoa Grup (Junglea Sea dan Elty), serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.
Supriyanto menekankan bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Dukungan dari dunia usaha melalui CSR ini menunjukkan bahwa kolaborasi semua pihak sangat penting dalam membantu masyarakat yang terdampak.
Langkah Penanganan Jangka Panjang
Selain penyaluran bantuan darurat, Pemkab Lampung Selatan juga telah mulai merencanakan penanganan jangka panjang untuk mengatasi penyebab banjir di beberapa wilayah. Mereka akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai dan instansi lainnya untuk menelusuri akar masalah banjir sehingga dapat menemukan solusi yang lebih efektif.
Di sisi lain, tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, dan instansi lainnya juga telah dikerahkan ke lapangan untuk melakukan penanganan teknis dan memantau kondisi wilayah yang terdampak. Dengan berbagai langkah ini, Pemkab Lampung Selatan berharap masyarakat yang terdampak banjir dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan normal.
➡️ Baca Juga: Fleksibilitas Absensi Diberikan kepada ASN Kabupaten Cirebon – Tonton Videonya
➡️ Baca Juga: Mempertahankan Kesehatan Mental: 4 Strategi Efektif Saat Janin Menunjukkan Indikasi Kelainan
