Baznas Ciamis Sukses Kumpulkan Dana Infak Rp9,1 Miliar Melalui Program Kenclengisasi 2025

Dalam upaya mengoptimalkan penggalangan dana infak, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis telah berhasil menjalankan program Kenclengisasi dengan sangat efektif. Hingga akhir tahun 2025, program yang mengajak masyarakat untuk menyisihkan uang receh dari rumah tangga ini telah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp9,1 miliar. Angka ini mencerminkan 81 persen dari total infak yang dihimpun melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa dan kelurahan.
Pencapaian Dana Infak Melampaui Target
Baznas Kabupaten Ciamis mengumumkan hasil pengumpulan dana infak selama tahun 2025 yang berhasil melampaui target yang telah ditentukan. Menurut data yang dirilis, target penerimaan infak melalui UPZ desa dan kelurahan untuk tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp16.042.500.000. Namun, realisasi yang dicapai telah mencapai Rp17.017.500.000, atau setara dengan 106,08 persen dari target yang ditetapkan.
Rincian Sumber Dana Infak
Dari total infak yang berhasil dihimpun, yaitu lebih dari Rp17 miliar, dana yang diperoleh melalui UPZ desa dan kelurahan mencapai Rp11.393.100.000. Angka ini mencakup 66,9 persen dari total realisasi infak yang ada. Sisa dana diperoleh dari unit pengumpul lainnya yang turut berkontribusi dalam penggalangan dana.
Kontribusi Program Kenclengisasi
Menariknya, dari dana infak yang berhasil dihimpun oleh UPZ desa, sebanyak Rp9.100.000.000 berasal dari program Kenclengisasi. Ini menunjukkan bahwa kontribusi program Kenclengisasi terhadap total infak yang diterima melalui UPZ desa mencapai 81 persen.
Penjelasan Mengenai Program Kencleng
Ketua Baznas Kabupaten Ciamis, Drs. H. Lili Miftah, MBA, menjelaskan bahwa program Kencleng merupakan sarana pengumpulan dana infak yang berfokus pada masyarakat rumah tangga. Dalam program ini, masyarakat diajak untuk menyisihkan uang receh mereka ke dalam celengan yang kemudian akan dihimpun oleh UPZ di tingkat desa dan kelurahan. Gerakan ini beroperasi di tengah berbagai inisiatif pengumpulan dana sosial lainnya, namun terbukti memberikan hasil yang signifikan karena sifatnya yang kolektif dan berkelanjutan.
Persentase dan Jangkauan Program
“Dari Rp11,3 miliar yang dihimpun, sebesar Rp9.100.000.000 merupakan hasil infak melalui kencleng, yang berarti berkontribusi 81 persen,” ungkap Lili Miftah saat ditemui di kantor Baznas Ciamis. Meskipun pencapaian ini sangat menggembirakan, ia juga mengungkapkan bahwa jangkauan program Kenclengisasi masih belum merata. Saat ini, hanya 33,9 persen dari total UPZ desa dan kelurahan di Kabupaten Ciamis yang telah memanfaatkan media kencleng, yang setara dengan 90 desa.
Implikasi dari Pencapaian Program
“Artinya, meskipun baru 33,9 persen UPZ desa yang menggunakan kencleng, hasil pengumpulan infaknya menyumbang 81 persen dari total pengumpulan infak melalui UPZ desa,” tegas Lili Miftah. Ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh program Kenclengisasi, jika lebih banyak desa yang terlibat.
Ke depan: Rencana Pengembangan Program Kenclengisasi
Menghadapi tantangan dalam memperluas jangkauan program Kenclengisasi, Baznas Ciamis berkomitmen untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mendorong lebih banyak desa untuk bergabung dalam inisiatif pengumpulan dana ini. Dengan semakin banyaknya partisipasi, akan semakin besar pula dampak positif yang dapat dihasilkan untuk masyarakat yang membutuhkan.
Strategi untuk Meningkatkan Partisipasi
Beberapa langkah strategis yang dapat diambil untuk meningkatkan partisipasi dalam program Kenclengisasi meliputi:
- Meningkatkan kampanye kesadaran di tingkat komunitas.
- Mengadakan pelatihan untuk UPZ desa tentang cara efektif menggunakan kencleng.
- Memberikan insentif bagi desa yang berhasil mencapai target pengumpulan infak.
- Menyediakan materi promosi yang menarik dan informatif.
- Menjalin kerjasama dengan organisasi masyarakat untuk memperluas jangkauan.
Dampak Positif Program Kenclengisasi
Program Kenclengisasi tidak hanya berhasil mengumpulkan dana, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Melalui program ini, masyarakat diajak untuk berpartisipasi aktif dalam membantu sesama, yang pada gilirannya dapat memperkuat rasa solidaritas dan kepedulian sosial di antara warga.
Manfaat Bagi Masyarakat
Beberapa manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat dari program Kenclengisasi antara lain:
- Peningkatan kesadaran akan pentingnya berzakat dan berdonasi.
- Penguatan ikatan sosial antar anggota komunitas.
- Terbukanya kesempatan bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial.
- Adanya transparansi dalam pengelolaan dana infak.
- Peningkatan kesejahteraan bagi yang membutuhkan.
Kesimpulan
Keberhasilan Baznas Ciamis dalam mengumpulkan dana infak melalui program Kenclengisasi menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas dapat memberikan hasil yang nyata. Meskipun jangkauan program masih harus diperluas, potensi yang ada sangat besar untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengumpulan dana infak. Dengan terus mengedukasi dan melibatkan lebih banyak pihak, Baznas Ciamis berpotensi untuk mencapai tujuan sosial yang lebih luas di masa depan.
➡️ Baca Juga: Prediksi Liverpool vs Galatasaray 19 Maret 2026: The Reds Harus Menang di Anfield untuk Comeback
➡️ Baca Juga: Konservasi Penyu Lekang di Aceh: Upaya Perlindungan untuk Spesies Terancam Punah



