Mustika Bahrum Berperan Aktif Menyebarkan Nilai-Nilai Pancasila di Masyarakat

Mustika Bahrum, anggota DPRD Provinsi Lampung, telah membuktikan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosialisasi. Ia berpendapat bahwa sosialisasi ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan adalah langkah konkrit yang dapat ditempuh untuk meresapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Sosialisasi di Desa Bagelen
Mustika Bahrum menyampaikan pesannya saat melakukan sosialisasi kepada warga Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran pada akhir Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas rutin anggota DPRD Provinsi Lampung yang dilakukan dua kali dalam sebulan. Namun, apa yang menjadi sorotan utama di pertemuan tersebut adalah momen silaturahmi dan interaksi langsung dengan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan tugas rutin kami sebagai anggota DPRD Provinsi Lampung, yang diadakan dua kali dalam sebulan. Namun, yang lebih penting adalah momen silaturahmi dengan masyarakat, karena ini merupakan bentuk perwujudan keberagaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila,” ungkap Mustika Bahrum, anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Lampung.
Nilai Silaturahmi dan Pancasila
Mustika Bahrum, yang juga dikenal dengan gelar adat Sutan Pengayom Makhga, menjelaskan bahwa budaya silaturahmi, musyawarah, dan berkumpul merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, baik dalam konteks pemerintahan maupun adat dan budaya lokal. Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu terus diperkuat agar Pancasila tetap berakar kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Kita memang sering berkumpul dan musyawarah. Namun, kita perlu memperkuat hal ini agar Pancasila benar-benar berakar dalam diri kita masing-masing. Itulah sebabnya, hari ini kita berkumpul dalam kegiatan sosialisasi Pancasila,” ujarnya.
Narasumber yang Kompeten
Dalam sosialisasi tersebut, Mustika Bahrum juga menegaskan bahwa pihaknya menghadirkan narasumber yang berkompeten dan berpengalaman untuk membahas secara detail nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan.
“Mengenai Pancasila, nanti akan dijelaskan oleh narasumber yang ahli di bidangnya. Insya Allah, beliau akan menjelaskan secara detail, sehingga kita dapat mengamalkan Pancasila dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari,” kata Mustika Bahrum.
Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Risodar AH, narasumber kegiatan tersebut, menegaskan bahwa setiap sila dalam Pancasila telah mencakup seluruh aspek kehidupan bangsa Indonesia, baik dari sisi agama, ras, suku, maupun budaya. “Tidak ada keraguan bagi kita sebagai warga negara Indonesia untuk meyakini dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Risodar juga memaparkan bahwa dalam Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, ia menekankan pentingnya toleransi antar umat beragama. Pada Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, ia menegaskan pentingnya menghormati hak asasi manusia, kesetaraan derajat, dan berperilaku beradab dalam kehidupan bermasyarakat.
“Dalam keberagaman, kita saling membutuhkan satu sama lain. Oleh karena itu, kita harus hidup rukun, berdampingan, dan bahu-membahu,” ungkapnya.
Sila Pancasila dan Peran Masyarakat
Pada Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, Risodar mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, nasionalisme, dan menjaga persatuan di tengah perbedaan suku, ras, dan budaya. “Merawat kebersamaan dan keberagaman sangat penting. Ketika kita bersatu, semua tujuan akan lebih mudah dicapai,” tegas Risodar.
Untuk Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, ia menekankan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan setiap keputusan harus diambil melalui musyawarah untuk mufakat.
Sosialisasi ini mendapatkan antusiasme dari warga yang hadir dan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Adapun Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menekankan pentingnya pemerataan kesejahteraan, keadilan ekonomi, dan kesempatan yang setara bagi seluruh rakyat tanpa diskriminasi.
➡️ Baca Juga: Siap Fungsional, Seks 6 Tol Yogyakarta-Bawen Atasi Kepadatan Mudik Lebaran 2026
➡️ Baca Juga: 7 Fakta Menarik Gletser Perito Moreno, Argentina yang Buat Anda Ingin Segera Berkunjung




