Komnas HAM Mendorong Perbaikan SPPG untuk Keamanan Program Makan Bergizi Gratis

Jakarta – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menekankan pentingnya perbaikan dan penataan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan manfaat yang maksimal dari makanan bergizi yang disediakan oleh pemerintah.
Pentingnya Perbaikan SPPG untuk Keamanan Pangan
Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Komnas HAM, Pramono Ubaid Tanthowi, mengungkapkan bahwa langkah-langkah perbaikan yang sistematis sangat diperlukan untuk menjaga standar keamanan pangan, terutama mengingat skala besar dari program ini. Di tengah tantangan yang ada, jaminan kualitas makanan harus menjadi prioritas utama.
Risiko Kelalaian dalam Program Makan Bergizi Gratis
“SPPG tentunya tidak akan dengan sengaja meracuni makanan yang diberikan kepada anak-anak. Namun, jika prosedur memasak tidak diikuti, bahan makanan yang digunakan tidak layak, atau kebersihan tidak diperhatikan, maka bisa muncul risiko kesehatan seperti bakteri atau virus,” ungkapnya dalam Diskusi Kelompok Terfokus mengenai hak anak, hak atas pangan, serta hak atas kesehatan dan rasa aman di Jakarta, Rabu (22/4).
Pramono menekankan bahwa untuk mencegah kelalaian tersebut, perlu adanya penguatan dalam sistem dan standar operasional. Hal ini bertujuan agar tujuan utama program, yaitu meningkatkan gizi anak, tidak terganggu oleh masalah yang bisa dihindari.
Menangani Pelanggaran HAM dalam Konteks Kelalaian
“Pelanggaran hak asasi manusia tidak hanya terjadi akibat tindakan yang disengaja, tetapi juga bisa disebabkan oleh kelalaian. Dengan kata lain, pelanggaran dapat terjadi baik melalui tindakan aktif maupun ketidakaktifan dalam menjalankan kewajiban,” jelasnya.
Komnas HAM telah menemukan beberapa indikasi awal di lapangan yang perlu diteliti lebih lanjut, termasuk laporan mengenai keracunan makanan. Hal ini menunjukkan bahwa perlu diambil langkah-langkah korektif yang berbasis data untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Aspek yang Perlu Diperbaiki dalam SPPG
Pramono menegaskan bahwa perbaikan yang diperlukan tidak hanya terbatas pada aspek teknis di dapur, tetapi harus mencakup seluruh aspek tata kelola dari hulu hingga hilir. Ini termasuk kualitas bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan kepada anak-anak.
- Peningkatan sistem pengawasan kualitas bahan baku
- Proses pengolahan yang sesuai standar kesehatan
- Distribusi makanan yang tepat waktu dan efisien
- Penerapan prosedur kebersihan yang ketat
- Pelatihan bagi petugas SPPG mengenai keamanan pangan
“Kami ingin memastikan bahwa tata kelola dari program MBG ini berjalan dengan baik dari awal hingga akhir,” tegasnya.
Pengawasan dan Dukungan Lintas Lembaga
Komnas HAM juga menyatakan bahwa penguatan SPPG harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat serta dukungan dari berbagai lembaga terkait. Hal ini penting agar pelaksanaan program dapat tetap berlangsung secara akuntabel dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Pramono menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis tetap merupakan intervensi strategis pemerintah yang harus dijaga keberlanjutannya. Oleh karena itu, perbaikan yang berkesinambungan menjadi sangat penting untuk memastikan dampak positif bagi masyarakat.
Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis
“Program ini tidak mungkin dibatalkan atau dihentikan. Yang perlu dilakukan adalah melakukan perbaikan di berbagai aspek agar program ini dapat berjalan lebih efektif,” jelasnya.
Komnas HAM berkomitmen untuk memberikan rekomendasi yang berbasis kajian guna mendukung penyempurnaan implementasi program MBG. Ini termasuk penguatan standar SPPG untuk memastikan bahwa program ini dapat berjalan dengan aman dan memberikan dampak yang nyata terhadap pemenuhan gizi anak-anak di Indonesia.
Partisipasi Ahli dalam Diskusi Penguatan Program
Diskusi ini dihadiri oleh berbagai ahli, termasuk dokter dan praktisi gizi masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. dr. Tan Shot Yen MHum, serta Direktur Kebijakan Publik dan Pendiri Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Media Wahyudi Askar, PhD. Kehadiran para ahli ini diharapkan dapat memberikan pandangan yang lebih dalam mengenai perbaikan yang diperlukan dalam program MBG.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak dan upaya perbaikan yang terus-menerus, diharapkan program Makan Bergizi Gratis dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi anak-anak dan membantu mereka mendapatkan gizi yang diperlukan untuk tumbuh kembang yang optimal.
➡️ Baca Juga: Manajemen Keuangan Efektif untuk Karyawan Kontrak Agar Bisa Menabung Setiap Bulan
➡️ Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan di Sebagian Besar Kota Besar Indonesia pada Hari Kamis



