Energi RI Semakin Aman, PHM Selesaikan Load Out Topside Proyek Manpatu dengan Sukses

Jakarta – PT. Pertamina Hulu Mahakam (PHM) telah sukses melaksanakan seremoni Load Out dan Sail Away Topside, sebuah tonggak penting dalam Proyek Pengembangan Lapangan Migas Manpatu. Proyek ini ditargetkan untuk mulai beroperasi pada Kuartal I 2027, dengan rencana pengeboran perdana yang dijadwalkan pada Kuartal IV 2026. Acara tersebut berlangsung di fasilitas fabrikasi PT Meindo Elang Indah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada 17 April 2026.
Rincian Proyek Manpatu
Proses Load Out dan Sail Away Topside merupakan tahap kritis yang mengikuti Sail Away Jacket yang telah dilaksanakan pada 8 April 2026. Kedua tahap ini termasuk dalam kategori operasi berisiko tinggi dan memerlukan tingkat presisi yang sangat tinggi, sehingga menuntut kesiapan teknis, koordinasi, dan perhatian penuh terhadap keselamatan. Keberhasilan PHM dalam mencapai tahap ini menunjukkan kesiapan proyek untuk melanjutkan ke fase instalasi di area operasi, dengan kapasitas desain mencapai 80 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd). Hal ini bertujuan untuk mendukung peningkatan produksi gas dan kondensat PHM.
Topside yang diangkut memiliki berat sekitar 1.000 ton dan menggunakan cargo barge untuk perjalanan sejauh sekitar 1.930 km menuju lokasi proyek yang terletak di lepas pantai Balikpapan. Kapal diperkirakan akan menempuh perjalanan selama 15 hari. Topside sendiri merupakan bagian atas dari platform sumur migas lepas pantai yang berfungsi sebagai pusat fasilitas pemrosesan, pengeboran, sistem kontrol, utilitas, serta area akomodasi bagi para pekerja.
Partisipasi Pemangku Kepentingan
Seremoni ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan yang penting, termasuk Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, Subkoordinator Penggunaan Barang Operasi Migas Ditjen Migas, Gesit Prawatiningsih, serta perwakilan dari SKK Migas. Kehadiran mereka menunjukkan adanya sinergi dan kolaborasi yang baik dalam mendukung keberlanjutan operasi hulu migas di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Seno Aji menekankan bahwa Proyek Manpatu yang dijalankan oleh PHM adalah proyek yang signifikan dalam menjaga lifting migas di Kalimantan Timur. Ia juga mengapresiasi keterlibatan lebih dari 360 pekerja terampil lokal yang berkontribusi dalam proyek ini. “Di saat banyak perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja, PHM memberikan kontribusi signifikan dalam penyerapan tenaga kerja terampil dari Kalimantan Timur,” ungkap Seno.
Komitmen Terhadap Keberlanjutan
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, mengungkapkan keyakinan bahwa kolaborasi yang solid antara pemerintah, perusahaan, mitra kerja, dan seluruh kontraktor adalah kunci keberhasilan proyek ini. “Penyelesaian tahap fabrikasi Topside adalah hasil dari kerja keras tim yang didukung oleh berbagai pemangku kepentingan,” jelasnya.
Setyo juga menegaskan komitmen PHM terhadap keberlanjutan investasi dan optimalisasi produksi dari lapangan-lapangan yang sudah ada. “Proyek Pengembangan Manpatu adalah kontribusi nyata kami untuk ketahanan energi nasional. Di tengah tantangan lapangan produksi yang semakin tua, kami dituntut untuk berinovasi, bergerak cepat, dan mempertahankan keunggulan operasional,” tegasnya.
Sejarah dan Progres Proyek
Proyek Pengembangan Manpatu merupakan proyek fast track yang dimulai dari penemuan sumur Eksplorasi Manpatu-1X pada tahun 2022. Tahapan Front End Engineering Design (FEED) dilaksanakan dari 2023 hingga 2024. Sebelum menuju fase konstruksi, proyek ini ditandai dengan seremoni First Cut of Steel pada 16 Mei 2025. Lingkup pekerjaan mencakup fabrikasi dan instalasi satu anjungan baru, yaitu jacket beserta piles dengan total berat sekitar 1.380 ton, serta Topside dengan berat sekitar 1.000 ton, ditambah modifikasi pada anjungan yang sudah ada.
Proyek Manpatu juga mencakup pemasangan pipa penyalur bawah laut berdiameter 14 inci sepanjang kurang lebih 2,5 km, serta pekerjaan subsea dengan tingkat kompleksitas dan risiko yang signifikan. Secara keseluruhan, proyek ini direncanakan akan mencakup pengeboran 11 sumur pengembangan untuk meningkatkan produksi.
Visi dan Keselamatan Kerja
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menegaskan pentingnya Proyek Manpatu dalam mewujudkan komitmen PHI dan anak-anak perusahaannya untuk terus berinvestasi dalam eksplorasi dan eksploitasi. “Proyek ini bukan hanya tentang menambah produksi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan energi dan memperkuat ketahanan energi nasional dari Kalimantan,” ungkap Sunaryanto.
Ia menekankan bahwa keselamatan kerja adalah prioritas utama di setiap tahap proyek. “Dengan lebih dari dua juta jam kerja tanpa kecelakaan hingga Maret 2026, PHI dan PHM berkomitmen untuk menjaga standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) hingga semua rangkaian proyek selesai,” jelasnya.
Kinerja Kesehatan dan Keselamatan
Pencapaian di bidang kesehatan dan keselamatan kerja menunjukkan kesiapan perusahaan untuk mengeksekusi proyek dengan aman dan terintegrasi. “Energi yang kita hasilkan saat ini merupakan fondasi bagi masa depan bangsa. Setiap langkah yang kita ambil adalah untuk menghidupkan harapan Indonesia,” tutupnya.
Dengan keberhasilan pelaksanaan seremoni Load Out dan Sail Away Topside, PHM menunjukkan komitmennya dalam pengembangan energi di Indonesia, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. Proyek ini adalah langkah penting dalam mendukung ketahanan energi nasional dan menjamin keberlanjutan dalam industri migas di tanah air.
➡️ Baca Juga: 4 Pelembap Lokal Dibawah 100 Ribu dengan Kualitas Ringan dan Melembapkan, Hemat di Kantong
➡️ Baca Juga: Pelatihan Pemasaran Berbasis AI Tingkatkan Digitalisasi Koperasi Desa di Kabupaten Bogor



