Chelsea Incar Kejutan di Kandang PSG
— Paragraf 1 —
PARIS – Liga Champions kembali menghadirkan laga sarat gengsi ketika Chelsea menantang Paris Saint-Germain dalam laga leg pertama babak 16 besar di Parc des Princes, Kamis (12/3) dini hari WIB. Pertandingan ini bukan sekadar pertemuan dua klub elite Eropa, tetapi juga menjadi momen kembalinya Liam Rosenior ke Prancis hanya dua bulan setelah dia meninggalkan Strasbourg.
— Paragraf 2 —
Pelatih berusia 41 tahun itu ditunjuk Chelsea pada awal Januari dengan kontrak jangka panjang enam tahun. Penunjukan tersebut tidak lepas dari reputasi yang dia bangun selama 18 bulan menukangi Strasbourg, klub yang memiliki hubungan erat dengan Chelsea melalui konsorsium BlueCo.
— Paragraf 3 —
Walau relasi antarklub itu sempat menimbulkan perdebatan, kinerja Rosenior di Alsace sulit dipungkiri. Dia sukses membawa Strasbourg lolos ke kompetisi Eropa musim lalu, sekaligus menanamkan fondasi permainan yang kini dilanjutkan oleh penerusnya, Gary O’Neil. Di bawah O’Neil, Strasbourg bahkan berhasil mencapai semifinal Piala Prancis dan menjadi salah satu kandidat kuat juara UEFA Conference League.
— Paragraf 4 —
Rosenior dikenal dengan pendekatan taktik modern. Dia membangun tim muda, hampir seluruh skuadnya berusia 23 tahun atau lebih muda, untuk bermain dengan tekanan tinggi, penjagaan satu lawan satu, serta penguasaan bola yang matang.
— Paragraf 5 —
Salah satu pencapaian paling menonjol adalah kemenangan 2-1 Strasbourg atas PSG pada bulan Mei musim lalu. Meski saat itu PSG sudah memastikan gelar juara, kemenangan tersebut tetap menjadi bukti bahwa tim Rosenior mampu menandingi raksasa Prancis tersebut. Bahkan pada kunjungan terakhirnya ke Parc des Princes pada Oktober lalu, Strasbourg sempat unggul 3-1 sebelum akhirnya pertandingan berakhir imbang 3-3.
— Paragraf 6 —
“Kami bermain melawan tim terbaik di dunia, titik. Mereka adalah kebanggaan liga ini,” ujar Rosenior kala itu. Pertemuan Chelsea dan PSG sendiri memiliki sejarah rivalitas yang cukup sengit di Liga Champions. Kedua tim pernah bertemu dalam tiga musim beruntun di fase gugur antara 2014 hingga 2016. Chelsea memenangkan laga pertama di perempat final, sebelum PSG membalas dengan menyingkirkan klub London tersebut dalam dua musim berikutnya.
— Paragraf 7 —
Pertemuan terakhir mereka terjadi di final Piala Dunia Antarklub Juli lalu di New Jersey. Chelsea tampil dominan dan menang 3-0 atas PSG yang kelelahan setelah musim panjang. Kini kedua tim kembali berhadapan di babak 16 besar Liga Champions. “Inilah pertandingan yang membuat Anda hidup sebagai pesepak bola. Untuk laga seperti inilah kami berada di sepak bola,” ujar Rosenior.
— Paragraf 8 —
Chelsea datang dengan modal cukup meyakinkan. Sejak Rosenior mengambil alih tim, The Blues hanya menelan tiga kekalahan dari 15 pertandingan. Semuanya dari Arsenal. Kemenangan 4-1 atas Aston Villa di Liga Inggris pekan lalu mengangkat posisi mereka ke peringkat kelima klasemen. Sedangkan kemenangan lewat perpanjangan waktu atas Wrexham membawa mereka ke perempat final Piala FA.
— Paragraf 9 —
Situasi berbeda justru dialami PSG. Kekalahan kandang 1-3 dari Monaco pada akhir pekan memicu kritik tajam media Prancis. Surat kabar olahraga L’Equipe bahkan menyebut tim asuhan Luis Enrique sedang berada di ambang krisis.
— Paragraf 10 —
Musim ini PSG tampak lebih rapuh dibandingkan beberapa tahun terakhir. Mereka sudah menelan empat kekalahan sepanjang 2026, dan keunggulan di puncak klasemen Ligue 1 atas Lens kini hanya tersisa satu poin. Di kompetisi Eropa, performa mereka juga dinilai belum setara dengan tim-tim seperti Arsenal atau Bayern Munich.
— Paragraf 11 —
Masalah kebugaran pemain menjadi salah satu penyebab. Ousmane Dembele baru pulih dari cedera betis. Sedangkan lini tengah sempat kehilangan Fabian Ruiz dan Joao Neves. Di bawah mistar, PSG juga masih mencari stabilitas setelah kepergian Gianluigi Donnarumma. ben/AFP/G-1
➡️ Baca Juga: DPR dan Golkar Diskusikan Syarat TOEFL LPDP untuk Tingkatkan Akses Beasiswa Inklusif
➡️ Baca Juga: TNI Tingkatkan Status Siaga 1 untuk Menghadapi Dinamika Global dengan Kesiapsiagaan Penuh




