Pemkot Jaksel Laksanakan Kerja Bakti Besar untuk Normalisasi Kali Pesanggrahan

Jakarta – Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Jaksel) telah melaksanakan sebuah kegiatan kerja bakti berskala besar untuk melakukan normalisasi Kali Pesanggrahan. Kegiatan ini berlangsung di perbatasan antara Kecamatan Kebayoran Lama dan Pesanggrahan, sebagai langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir yang kerap melanda wilayah tersebut. Dengan semakin meningkatnya frekuensi hujan dan pergeseran iklim, tindakan ini menjadi semakin penting untuk melindungi warga dari dampak bencana alam.
Tujuan dan Pentingnya Normalisasi Kali Pesanggrahan
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menekankan bahwa fokus utama dari kegiatan ini adalah untuk melakukan normalisasi bantaran kali. Dalam penjelasannya, ia menyatakan, “Bantaran kali yang sebelumnya sudah meninggi dan berubah menjadi daratan, kini menyebabkan air mengalir ke sisi kanan, sehingga meningkatkan risiko kerusakan pada tanggul.” Dengan kata lain, kondisi ini berpotensi memperburuk situasi banjir jika tidak segera ditangani.
Kegiatan kerja bakti ini menandai momen pertama kalinya dilakukannya pengerukan besar-besaran di DKI Jakarta setelah Lebaran 2026. Normalisasi bantaran kali yang mengalami pendangkalan dan perubahan struktur sangat diperlukan untuk menjaga aliran air tetap lancar, sehingga mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut.
Risiko dan Dampak dari Pendangkalan Kali
Kondisi Kali Pesanggrahan yang telah mengalami pendangkalan dan perubahan struktur sangat berpengaruh terhadap aliran air. Aliran yang terhambat dapat menyebabkan penggerusan di sisi tanggul, yang meningkatkan kemungkinan kerusakan. Oleh karena itu, normalisasi kali menjadi langkah krusial yang perlu diambil untuk menanggulangi masalah ini.
Proses Pengerukan dan Target Volume
Pengerukan lumpur di Kali Pesanggrahan direncanakan berlangsung mulai Minggu hingga akhir tahun. Target yang ditetapkan adalah sekitar 36.174 meter kubik lumpur sepanjang 1.244 meter. Dengan demikian, diharapkan aliran air dapat dinormalisasi dan genangan air di wilayah bantaran kali dapat berkurang. “Kami berharap, melalui kerja bakti ini, masalah genangan air di kawasan bantaran Kali Pesanggrahan dapat diminimalisir,” ungkap Anwar.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ini, sebanyak 600 personel dan lima unit alat berat dikerahkan. Diharapkan, pengangkatan lumpur ini dapat memberikan dampak signifikan, khususnya untuk kawasan IKPN yang sering kali terdampak banjir serius. Anwar menambahkan, “Jika lumpur ini berhasil diangkat dan aliran air dinormalisasi, Insya Allah, IKPN tidak akan lagi mengalami banjir yang parah.”
Komitmen Pemkot Jakarta Selatan
Pemerintah Kota Jakarta Selatan menunjukkan komitmennya untuk melanjutkan kegiatan normalisasi kali secara rutin setiap pekan. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat, serta meminimalkan potensi bencana di masa mendatang.
Pengerukan di Segmen Kelurahan Ulujami
Di sisi lain, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan, Santo, menjelaskan bahwa pengerukan di segmen Kelurahan Ulujami juga mencakup panjang 1.444 meter dengan volume lumpur yang sama, sekitar 36.174 meter kubik. Pelaksanaan pengerukan ini menjadi bagian dari upaya terintegrasi untuk menjaga kelestarian dan keamanan lingkungan di sekitar Kali Pesanggrahan.
Lumpur hasil pengerukan akan ditransitkan ke beberapa titik sebelum akhirnya dibuang ke lokasi pembuangan yang ditentukan, seperti Ancol. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa limbah yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan sekitar.
Aksi Konservasi Perairan
Dalam rangka kegiatan kerja bakti ini, Wali Kota Anwar bersama jajarannya juga terlibat dalam pelepasan ikan tawes ke dalam kali. Aksi ini merupakan bagian dari upaya konservasi perairan, yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, TNI/Polri, dan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga ekosistem perairan, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
- Normalisasi bantaran kali untuk mengurangi risiko banjir
- Pengerukan sepanjang 1.244 meter dengan target 36.174 meter kubik
- Keterlibatan 600 personel dan alat berat dalam kegiatan
- Pelepasan ikan tawes sebagai upaya konservasi perairan
- Komitmen untuk melaksanakan kegiatan serupa secara rutin
Melalui langkah-langkah ini, Pemkot Jakarta Selatan berupaya untuk menciptakan perubahan yang signifikan dalam pengelolaan sumber daya air dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya menjadi kunci dalam mencapai tujuan ini, serta untuk menciptakan Jakarta Selatan yang lebih aman dan berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Perajin Jepara Siap Produksi 226 Ribu Gelang Haji Menyambut Musim Haji 2026
➡️ Baca Juga: Stok BBM Pertamina di Halmahera Tengah Terjamin Aman dan Cukup untuk Kebutuhan Masyarakat



